Sinopsis Drama Korea Our Gab Soon Episode 1 Bagian Pertama

“Our Gab Soon” adalah drama korea yang menceritakan tentang kehidupan berumah tangga dari berbagai pasangan dengan status yang berbeda. Mulai dari yang masih pacaran namun berniat untuk serius menuju jenjang pernikahan; yang sudah berkeluarga dan terlihat bahagia di luar namun ternyata bermasalah; hingga yang memang terang-terangan terlihat pernikahannya tidak harmonis. Bintang utamanya adalah Kim So-Eun dan Song Jae-Rim, yang sebelumnya pernah berpasangan di TV Show “We Got Married” dan banyak mendapat pujian karena chemistry-nya yang kuat. Serial drama “Our Gab Soon” ini mulai ditayangkan pada tanggal 27 Agustus 2016 dan bisa dinikmati setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 21.00 di stasiun TV SBS. Belum ada info mengenai jumlah episode yang direncanakan.

Sinopsis Episode 1

Shin Gab-Soon (Kim So-Eun) bekerja di sebuah wedding organizer. Saat acara pernikahan akan dimulai, tanpa sengaja ia membuat gaun milik ibu pengantin terbakar. Hal tersebut membuat heboh seluruh tamu dan panitia pernikahan, sehingga ia pun lantas dipecat. Saat tengah melangkah gontai keluar dari gedung pernikahan, ia mendapat telpon dari Nam Ki Ja (Lee Bo-Hee) yang memintanya untuk segera datang.

Tiba di rumah Ki Ja, Gab-Soon diminta untuk mengerjakan berbagai pekerjaan rumah sekaligus menyiapkan makanan nasi goreng spesial pakai telor bagi Heo Gab-Dol (Song Jae-Rim), anaknya. Gab-Dol sendiri saat itu sedang dalam perjalanan pulang usai menonton film di bioskop dengan seorang wanita. Saat Ki Ja hendak meninggalkan rumah, Gab-Dol pun tiba di rumah.

Gab-Soon menanyakan pada Gab-Dol mengenai ibunya, yang hari itu agak rese’. Gab-Dool tidak menjawabnya dan lanjut masuk ke kamar untuk berganti pakaian. Gab-Soon menyusulnya, lalu menanyakan kemana dan dengan siapa ia pergi hari ini. Dengan jujur Gab-Dol menjawab bahwa ia baru saja pergi dengan wanita lain, yang pernah melakukan blind date dengannya dulu, namun memastikan bahwa tidak terjadi apa-apa bersamanya di luar nonton bioskop bareng.

Saat sedang membuatkan nasi goreng, Gab-Soon digoda dari belakang oleh Gab-Dol yang hanya mengenakan pakaian dalamnya. Ia meminta diberi ciuman olehn Gab-Soon. Tiba-tiba saja ibunya datang kembali (karena ada yang terlupa) dan Gab-Soon langsung secara reflek mendorong Gab-Dol hingga terjengkang. Tidak tahu apa yang terjadi, Gab-Dol mengomeli Gab-Soon, namun segera berhenti begitu dipukul dari belakang oleh Ki Ja. Setelah dimarahi karena kelakuannya yang selalu tidak fokus pada ujian, Gab-Dol langsung ngibrit ke kamarnya. Selanjutnya giliran Gab-Soon yang didamprat karena dianggap sebagai wanita yang tidak punya harga diri dan sumber gagal fokus Gab-Dol.

“Jika bukan untukmu, ia akan dengan mudah menjadi pejabat publik,” omel Ki Ja. “Tidak ada yang aku suka denganmu.”

Ki Ja menutup omelannya dengan menyuruh Gab-Soon pergi. Sementara itu, di sebuah rumah sakit, dokter Shin Se-Gye (Lee Wan) dipanggil untuk menemui salah satu pasiennya, Yeo Bong (Jeon Kuk-Hwan), yang juga ayahnya sendiri. Ternyata Yeo Bong marah karena disuruh meninggalkan rumah sakit, sedangkan Se-Gye beralasan bahwa tidak ada yang salah dengan tubuh Yeo Bong sehingga ia hanya menghabiskan ruang saja. Sempat berpura-pura merasa sakit, Yeo Bong akhirnya pasrah.

adegan_ourgabsoon_1a

Setelah urusan di rumah selesai, Ki Ja melanjutkan urusannya yang tadi tertunda. Ternyata ia pergi ke rumah Yeo Shi-Nae (Kim Hye-Sun), ibu Se-Gye, untuk melamar kerja di sana. Usai interview, Ki Ja pun pergi meninggalkan rumah Shi-Nae. Di luar pagar ia sempat bengong melihat pelamar selanjutnya memiliki penampilan yang jauh lebih keren daripada dirinya.

Malam harinya, Gab-Soon dan Gab-Dol hangout bareng bersama teman-teman sekolahnya dulu. Mereka men-cie-cie-kan pasangan tersebut yang sudah mirip dengan pasangan suami istri karena selalu bersama. Tak lama, datang Lala yang sepertinya merupakan primadona sekolah merupakan dulu. Semua pria berebut untuk memberikan tempat duduk baginya, termasuk Gab-Dol. Bahkan justru Gab-Dol yang berhasil duduk di sampingnya. Ia lantas meminta pelayan untuk memberikan gelas terbaik dan sendok garpu baru bagi Lala. Sadar Gab-Soon meliriknya dengan tatapan tajam, Gab-Dol pura-pura tidak melihatnya.

Kedatangan Lala ternyata untuk memberikan undangan pernikahannya dengan seorang pejabat publik. Hal tersebut membuat semua pria di sana kecewa. Apalagi ia menambahkan bahwa ia juga sudah memiliki rumah sendiri.

“Dimana aku bisa menemukan wanita sepertimu?” ceplos Gab-Dol, yang disambut dengan pandangan aneh dari semua yang ada di sana. Terutama Gab-Soon tentunya.

“Bukan untukku,” dalih Gab-Dol. “Untuk kalian”.

Teman-temannya pun percaya padanya. Lala pun menanggapi, “Aku memang memberikan undangan, tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi? Kalian masih punya kesempatan. Berbaris!!!”

Tidak hanya di rumah makan, di diskotik yang menjadi tujuan mereka berikutnya, teman-teman pria Lala, termasuk Gab-Dol, sibuk mengerumuni dan berdansa di samping Lala untuk menarik perhatiannya. Gab-Soon yang kesal melihat tingkah Gab-Dol memilih untuk berjalan keluar. Tanpa diduga ia bertemu dengan Yeo Gong Joo (Jang Da-Yun), saudara iparnya, yang heran melihat Gab-Soon datang ke tempat semacam itu. Gab-Soon pun membantah, mengatakan ia hanya datang karena sedang pergi bersama kawan-kawannya.

adegan_ourgabsoon_1b

Kembali ke lantai dansa, ternyata Gab-Dol masih asyik bersama Lala dan teman-temannya. Gab-Soon mengepalkan tangannya ke arah Gab-Dol, namun batal marah, dan memilih untuk pergi meninggalkan tempat itu. Karena emosi, ia menyeberang tanpa melihat jalan dan hampir tertabrak oleh mobil yang melintas. Saat sedang mengemasi kembali barang-barangnya yang terjatuh, si pemilik mobil, seorang pria, keluar dan memberikan kartu namanya agar Gab-Soon bisa menghubunginya jika ternyata ia cedera.

Belum sempat pria tersebut menyelesaikan ucapannya, Gab-Soon langsung merebut kartu namanya dan berlari meninggalkannya. Sesaat kemudian Gab-Dol juga keluar dan bergegas mengejar Gab-Soon. Setelah berhasil menyusulnya, Gab-Dol mengatakan bahwa ia dan yang lain hanya bersenang-senang karena tahu Lala sudah bertunangan. Tidak peduli Gab-Soon yang masih kesal, Gab-Dol malah meminta dibelikan ramyeon karena ia lapar. Gab-Soon menolak karena keuangannya menipis, apalagi ia baru saja dipecat dari pekerjaannya di wedding organizer. Gab-Dol tetap merajuk minta dibelikan ramyeon dan hampir membuat Gab-Soon luluh.

Tanpa disangka ibu Gab-Dol, In Nae-Sim (Ko Du-Shim), datang dari belakang. Ia menanyakan mengapa Gab-Soon tidak belajar, yang dijawab Gab-Soon bahwa ia akan berusaha sekuat mungkin. Mengabaikan jawaban Gab-Dol, Nae-Sim memaksa Gab-Soon untuk pulang bersamanya sembari mengomelinya karena masih saja menemui Gab-Dol yang masa depannya tidak jelas. Setibanya di rumah, Nae-Sim memaksa Gab-Soon untuk melakukan kencan buta bersama seorang pejabat publik tingkat 7. Gab-Soon menolak karena ia yakin seorang pejabat publik tidak akan mau dengan seorang pengangguran seperti dirinya. Namun ternyata ibunya telah berbohong dengan mengatakan bahwa putrinya adalah seorang guru.

Di rumah Gab-Dol, ibunya ternyata juga memintanya untuk melakukan kencan buta dengan seorang guru. Gab-Dol pun menolak karena ia belum menjadi apa-apa, tapi ternyata, sama halnya dengan Nae-Sim, Ki Ja juga telah berbohong dengan mengatakan bahwa anaknya adalah seorang pejabat publik.

Esok harinya, Shin Mal Nyun (Lee Mi Young), saudara ipar Nae-Sim, datang dari kampungnya dengan membawa seekor ayam. Tidak menghiraukan Nae-Sim yang kaget dengan kehadirannya, ia malah memintanya untuk membunuh ayam tersebut dan merebusnya selagi ia numpang mandi. Nae-Sim yang tidak berani melakukannya memilih untuk pura-pura tidur di kamarnya.

Usai mandi, Mal Nyun disambut dengan kokokan si ayam. Tak lama datang kakaknya, Shin Joong-Nyeon (Jang Yong), suami Nae-Sim, yang kaget melihat keberadaan Mal Nyun di tempatnya. Mal Nyun pun tidak kalah kagetnya melihat wajah kakaknya yang menurutnya mirip ayah mereka saking (terlihat) tuanya. Mendengar suaminya datang, Nae-Sim keluar dan mengeluhkan kedatangan Mal Nyun yang tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Mal Nyun sendiri berdalih dengan mengatakan ia sudah hampir 3 tahun tidak bertemu dengan kakaknya, jadi wajar saja jika saat ini ia datang. Ia pun meminta Joong-Nyeon untuk segera memasak ayam itu karena ia sudah bela-belain melakukan perjalanan jauh dengan membawa si ayam. Joong-Nyeon pun langsung menangkap si ayam, bersiap untuk memasaknya.

“Aku muak denganmu dan keluarmu,” teriak Nae-Sim secara tiba-tiba. Sambil menujuk troli berisi barang bekas yang dibawa pulang oleh Joong-Nyeon, ia melanjutkan, “Dan berhenti membawa sampah itu ke rumah.”

adegan_ourgabsoon_1c

Sembari mendorong troli Joong-Nyeon ke luar, Nae-Sim meminta mereka berdua (plus si ayam) untuk keluar dari rumah. Dengan cepat Joong-Nyeon merebut troli tersebut dan membawanya ke kamar, sementara Mal Nyun memberi selamat kepada si ayam karena saat itu hidupnya terselamatkan. Walau mungkin tidak dalam waktu lama karena setelah itu Mal Nyun menjual ayam tersebut ke tukang daging.

Mal Nyun lantas mengambil tasnya yang ia sembunyikan di luar. Saat hendak masuk kembali ke dalam apartemen Nae-Sim, tanpa disangka ia bertemu dengannya. Curiga dengan niat Mal Nyun, Nae-Sim mengancam Mal Nyun untuk tidak tinggal di tempatnya. Namun Mal Nyun mencoba mengiba dengan mengatakan bahwa ia adalah orang yang kesepian dengan hidup yang sulit. Usai Mal Nyun memohon, Nae-Sim merespon dengan menanyakan kapan Mal Nyun akan mengembalikan uangnya.

Saat bertemu dengan Mal-Nyun sebenarnya Nae-Sim sedang dalam perjalanan untuk menemui anaknya, Shin Jae-Soon (Yoo-Sun), yang memanggilnya untuk menemuinya di sebuah supermarket. Ia pun lantas curhat mengenai kelakuan Mal-Nyun pada Jae-Soon yang memintanya untuk melupakan hal tersebut karena ia memanggil ibunya untuk membelikan kebutuhannya sehari-hari. Nae-Sim senang mendengarnya dan mengatakan bahwa pasti suaminya, Jo Geum-Sik (Choi Dae-Chul), pasti memberinya banyak uang. Dengan tersenyum Jae-Soon mengiyakan hal tersebut.

Malam harinya Jae-Soon pergi makan malam bersama Geum-Sik dan ketiga anaknya di rumah makan tempat Ki Ja bekerja. Melihat mereka, entah mengapa Ki Ja menjadi gugup dan malah menjatuhkan makanan-makanan yang hendak ia antarkan ke meja. Dengan alasan lututnya sedang sakit, ia pun meminta pada bosnya untuk diperbolehkan mencuci piring saja ketimbang bertugas mengantar makanan ke meja. Kondisi di meja makan Jae-Soon dan Geum-Sik sendiri terlihat tidak terlalu harmonis. Salah satu anaknya tidak mau makan dan memilih untuk bermain dengan mainannya. Geum-Sik yang melihatnya memintanya untuk berhenti bermain. Meski tidak membantah, namun raut muka si anak terlihat tidak senang. Kedua saudaranya juga malah mengejeknya karena dimarahi.

Di rumah, Geum-Sik mengamati ada yang sedikit aneh dengan persediaan makanan di kulkasnya saat ia hendak mengambil air minum. Ia segera memeriksa buku catatan keuangan mereka dan melihat ada pembelanjaan 7 pak daging untuk ibu Jae-Soon sejumlah $37. Sesaat setelah ia meletakkan kembali buku catatan tersebut, Jae-Soon datang dan menanyakan apa yang sedang ia lakukan. Geum-Sik tidak mengaku dan mengatakan bahwa ia hanya sedang mengambil air minum.

Usai bekerja di restoran, Ki Ja pulang ke rumah sejenak untuk berganti baju dan bersiap untuk pekerjaan paruh waktunya yang berikutnya. Ia sempat melongok ke kamar Heo Da Hae (Kim Gyu Ri), adik Gab-Dol, yang ternyata belum juga pulang ke rumah. Tak lama setelah Ki Ja berangkat, Da Hae pulang dalam keadaan mabuk dan baju berantakan. Ia pun langsung masuk ke kamarnya dan tidur.

Esok harinya, mengetahui Da Hae sudah pulang, Ki Ja segera mengambil sebaskom air dan menyiramkannya ke muka Da Hae. Tidak itu saja, ia juga memukuli Da Hae dengan baskom plastik tersebut, sekaligus membuang baju-baju Da Hae ke luar kamar. Karena masih kesal, ia lantas mengambil sapu dan mengejar Da Hae. Gab-Dol yang tertidur menjadi terbangun mendengar keributan tersebut. Saat ia keluar, Da Hae langsung berlari bersembunyi di belakang tubuh Gab-Dol sehingga ayunan sapu Ki Ja justru mengenai badan Gab-Dol.

“Pindah sana selagi aku bermurah hati,” bentak Ki Ja.

“Aku akan bayar sewanya,” jawab Da Hae.

adegan_ourgabsoon_1d

Sementara itu, Gab-Soon mendapat tawaran untuk mengajar selama tiga kali seminggu di sebuah akademi. Ia menyatakan akan memberikan jawabannya setelah melihat calon muridnya. Setibanya di kamar apartemen, ternyata ada kawan ibunya sedang ngobrol dengan Mal Nyun. Ibunya segera membawa Gab-Soon ke kamar dan memintanya untuk tetap di sana agar tidak ketahuan jika ia berbohong mengatakan Gab-Soon adalah seorang guru. Gab-Soon yang sebenarnya berniat untuk buang air menjadi kesal.

Mal Nyun membuat keadaan jadi runyam. Meski sudah diberi tanda dengan kedipan-kedipan mata oleh Nae-Sim, ia tetap saja tidak nyambung dengan skenario kebohongan yang sudah dirancang oleh Nae-Sim. Tidak hanya tentang Gab-Soon, tapi juga tentang Gab-Dol. Ia bongkar semuanya tanpa merasa bersalah. Kekesalan Nae-Sim makin bertambah dengan Joong-Nyeon yang datang tepat di saat kawannya hendak pulang dan sempat-sempatnya menawarkan payung bekas yang sudah patah kepada kawannya itu. Dengan tampang jijik, kawan Nae-Sim menerima payung tersebut dan beranjak pergi. Dari balik kamar, mendengar si tamu sudah pergi, Gab-Soon bergegas keluar dan masuk ke toilet.

Di luar, kawan Nae-Sim ternyata langsung menghubungi temannya yang lain dan mengabarkan kebohongan yang sudah dibuat oleh Nae-Sim mengenai Gab-Soon. Ia bahkan menjadi bersimpati pada Gab-Soon dan merasa kasihan padanya. Sementara itu, kembali dengan tanpa merasa bersalah, Mal Nyun justru menyalahkan Gab-Soon yang sudah membuat ibunya malu. Nae-Sim pun kini jadi ikut menyalahkan Gab-Soon yang masih saja menjadi pengangguran sehingga memaksanya untuk berbohong.

» Bersambung ke bagian kedua

Reply