Sinopsis Drama Korea Fantastic Episode 3 & Preview Episode 4

Di sinopsis Fantastic episode sebelumnya, Lee So-Hye (Kim Hyun-Joo) diam-diam mendatangi tempat tinggal Hong Joon-Gi (Kim Tae-Hoon), dokter yang ia taksir, untuk memberinya kejutan. Namun apa daya justru dirinya yang terkejut, melihat sudah ada wanita lain bersama Joon-Gi di sana. Dalam perjalanan pulang tanpa sengaja So-Hye bertemu dengan Ryoo Hae-Sung (Joo Sang-Wook) di taman. Saat berpapasan, tanpa diduga sama sekali oleh Hae-Sung, So-Hye mendekatinya dan menciumnya. Apa yang akan terjadi selanjutnya di sinopsis drama korea Fantastic episode 3 kali ini?

Sinopsis Episode 3

So-Hye tiba-tiba tersadar apa yang sudah ia lakukan. Ia segera melepaskan ciumannya dan berdalih sedang mencari ide untuk adegan ciuman di drama yang ia tulis. Dengan sok cool dan diam-diam mengutuk dirinya sendiri, So-Hye pun berlari (dan sempat tersandung), meninggalkan Hae-Sung yang terdiam kebingungan dengan apa yang barusan terjadi. Namun Hye-Sung dengan pede lalu tertawa, menganggap selama ini So-Hye sok jual mahal dan malu-malu terhadapnya. Sesampainya di rumah, So-Hye masih saja terus kepikiran momen ciumannya bersama Hae-Sung. Demikian juga Hae-Sung. Bedanya, So-Hye merasa jijik, sementara Hae-Sung merasa girang. Hae-Sung bahkan sempat browsing di internet, mengenai macam-macam reaksi wanita setelah berciuman dan artinya.

Kegirangan Hae-Sung berlanjut hingga sarapan, dimana ia mencium sayuran yang akan ia makan dengan mesra sebelum menyantapnya. Kokinya kebingungan melihat ulahnya. Tak lama kemudian manajer Oh Chang-Suk (Jo Jae-Yun) datang dan memberikan jadwal syuting ‘Hitman’. Lokasi syuting pertama ternyata ada di Pyeongchang, tempat yang penuh memori bagi Hae-Sung. Chang-Suk menebak memori tersebut berkaitan dengan So-Hye. Mendengarnya Hae-Sung langsung salah tingkah dan pergi masuk ke kamarnya. Namun tebakan tersebut ternyata benar. Dan Hae-Sung jadi makin ge-er setelah mengecek jarak lokasi syuting dengan lokasi penuh kenangannya, yang hanya berdurasi 10 menit.

Sementara itu, So-Hye juga masih terbayang-bayang kejadian semalam. Saat mengetik naskah, yang terlihat di layar justru bayangan adegan ciumannya. Ia bahkan tanpa sadar menulis nama pemeran di naskahnya dengan ‘kiss’ ๐Ÿ˜€ Untuk membuang malu, ia berdalih pada Hong Sang-Hwa (Yoon Ji-Won) bahwa pengaturan fungsi Replace di editor teks-nya kurang tepat. Saat hendak pergi menemui Joon-Gi, yang hendak memberikan masukan mengenai naskah drama, tiba-tiba saja Hae-Sung datang dengan membawakan japchae. Dengan terpaksa So-Hye menerimanya, lalu memberi tanda agar Hae-sung pulang.

Tentu saja Hae-Sung tidak pulang ๐Ÿ˜€ Ia malah membahas mengenai lokasi syuting, yang ternyata tidak diketahui oleh So-Hye. Kembali menganggap So-Hye sedang jual mahal, Hae-Sung menanggapi dengan tersenyum bahwa ia tahu tidak mungkin So-Hye akan memilih syuting di Pyeongchang. So-Hye mengabaikannya dan meminta Sang-Hwa untuk membuatkan kopi bagi Hae-Sung. Saat itulah So-Hye langsung kabur meninggalkan Hae-Sung, yang tidak bisa mengejarnya karena Sang-Hwa datang dengan membawakan kopinya.

adegan_fantastic_3a

Hae-Sung lalu melihat poster Salar de Uyuni di tembok, yang diceritakan oleh Sang-Hwa sebagai tempat favorit SO-Hye. Hae-Sung kemudian bertanya apakah So-Hye pernah membicarakan soal dirinya. Sang-Hwa menjawab bahwa yang dibicarakan oleh So-Hye adalah Hae-Sung yang harus banyak berlatih untuk adegan emosional. Sang-Hwa juga mengatakan bahwa Hae-Sung bisa menggunakan sosok aktor Park Won Sang yang sudah sering bekerjasama dengan So-Hye sebagai referensi.

Tiba di rumah sakit, So-Hye galau melihat Joon-Gi ternyata sedang bersama dengan wanita yang semalam ia lihat ada di tempat Joon-Gi. Setelah Joon-Gi melihatnya, ia memperkenalkan wanita tersebut sebagai dokter Jaime yang datang dari Amerika untuk penelitian klinis. Dan ternyata untuk itulah Joon-Gi meminta So-Hye datang, sebagai obyek penelitian penyembuhan kanker yang sedang dilakukan oleh Jaime. Karena belum merasa nyaman dengannya, So-Hye menjawab akan pikir-pikir dulu sebelum mengiyakan tawaran tersebut.

Hae-Sung ternyata menanggapi serius masukan dari Sang-Hwa. Dengan bantuan sutradara Yoon Chul-Hyung (Kim Dong-Gyun) ia bertemu dengan Park Won Sang. Awalnya Won Sang menolak dengan berbagai alasan, tapi setelah Hae-Sung menunjukkan bingkisan ia bawa — yang berisi segepok uang — Won Sang langsung mau mengajarinya ๐Ÿ˜€ Di awal ‘pelatihan’, Won Sang menanyakan awal mula Hae-Sung kepikiran menjadi aktor. Jawabannya adalah pada saat ia berumur 6 tahun, saat bernyanyi di acara natal dan mendapatkan tepuk tangan dari penonton. Sayangnya, sejak memutuskan menjadi aktor, ia belum pernah mendapatkan tepuk tangan meriah seperti itu lagi. Kecuali satu, dari So-Hye saat awal masuk ke dunia akting profesional.

Won Sang lalu memintanya untuk menunjukkan kemampuannya membaca dialog. Hasilnya di luar dugaannya. Won Sang kemudian memberikan contoh pada Hae-Sung dan memintanya untuk berakting menggunakan emosi, bukan kepala. Tapi lagi-lagi Hae-Sung masih gagal hingga akhirnya Won Sang pun tidak tahan lagi dan menjadi emosi kepadanya.

adegan_fantastic_3b

Hujan turun dengan lebatnya. Sebelum pulang, Hae-Sung — yang keluar dari tempat latihan dengan hidung mimisan ๐Ÿ˜€ — sempat mengirim pesan pada So-Hye dan mengingatkannya agar tidak kehujanan dan mengenakan payung jika membawanya. So-Hye tidak menghiraukannya dan setelah berpikir sejenak justru berjalan menerobos hujan sembari tersenyum senang.

Baek Sul (Park Si-Yeon) sedang mengepel lantai ketika kakak iparnya, Choi Jin-Sook (Kim Jung-Nan), datang bersama Lee Mi-Do (Chae Gook-Hee), selingkuhan suaminya, Choi Jin-Tae (Kim Young-Min). Jin-Sook menceritakan bahwa keduanya tidak sengaja bertemu di mall dan pada saat Jin-Sook mengajaknya makan di restoran, Mi-Do meminta untuk makan di rumah keluarga Choi saja. Ibu Jin-Sook lalu memerintahkan Sul untuk menyiapkan makanan bagi mereka. Dengan kesal Sul melakukannya. Beberapa saat kemudian Jin-Tae diam-diam menghampirinya dan mengatakan bahwa ia tidak tahu menahu soal hal itu. Ia minta agar Sul mau bersabar.

Bagaikan pembantu, Sul hanya berdiri tidak jauh dari meja makan melihat mereka semua bersantap siang. Tanpa malu-malu Mi-Do ngobrol sembari mengelus paha Jin-Tae. Ia bahkan mengajak mereka semua liburan bersama agar bisa makan masakan Sul sehari tiga kali. Sul menjadi kesal melihatnya, apalagi mendengar suaminya mengiyakan saja ajakan berlibur itu.

Kim Sang-Wook (Ji Soo) hendak menyeberang jalan. Melihat lampu penyeberangan yang rusak, ia mengurungkan niatnya dan terlebih dahulu menelpon dinas lalu lintas untuk melaporkan hal tersebut. Selanjutnya ia menemui seorang wanita yang sepertinya adalah pasangan kencan butanya. Usai makan bersama, mereka berjalan-jalan dengan mobil sport si wanita. Di jalan tiba-tiba saja Sang-Wook memintanya untuk berhenti. Dengan malu-malu si wanita menanyakan apa yang ingin dilakukan Sang-Wook di tempat yang sepi dan tidak ada cahaya seperti itu. Tanpa diduga, Sang-Wook mengomelinya karena sepanjang jalan telah banyak melakukan pelanggaran lalu lintas. Ia juga mengatai SIM wanita tersebut patut dicabut ๐Ÿ˜€

Sang-Wook lalu keluar dan meminta gantian menyetir. Tentu saja si wanita tidak terima dengan perkataan Sang-Wok barusan. Ia pun memilih untuk tancap gas dan meninggalkan Sang-Wook di jalan, setelah sebelumnya melemparkan tas Sang-Wook ke arahnya.

adegan_fantastic_3c

So-Hye mulai merasakan dampak kanker yang ada di tubuhnya. Malam itu tubuhnya melemah. Ia terus menerus terbatuk hingga mengeluarkan darah dan terjatuh. Saat itu Hae-Sung sedang ada di depan pintu kamarnya, berniat untuk mendatanginya karena So-Hye berulang kali tidak menjawab telpon darinya. Karena So-Hye tidak juga merespon bel pintu yang ia bunyikan, Hae-Sung kembali menelponnya sambil berusaha menguping dari depan pintu. Namun gara-gara tetangga apartemen So-Hye banyak yang memperhatikannya dengan wajah curiga, Hae-Sung pun memilih untuk pulang. Pada saat itu, di dalam kamar, So-Hye sebenarnya sedang berusaha menggapai telponnya untuk minta pertolongan, namun pada akhirnya ia tidak kuat lagi dan tak sadarkan diri.

Sang-Wok melangkah dengan gontai di jalanan. Ponselnya pun mulai kehabisan baterai. Tiba-tiba seseorang dengan mengendarai motor melintas. Ia pun memintanya untuk berhenti agar bisa menumpang. Sebelum sempat si pengemudi motor mengatakan apa-apa, Sang-Wook sudah langsung menjelaskan bahwa ia bukan orang aneh dan juga bukan penjahat yang kabur dari penjara. Ia hanya minta diantarkan ke tempat yang ada kendaraan umumnya supaya ia bisa pulang ke rumah. Tanpa berkata apa-apa si pengendara motor melemparkan helm yang ia bawa kepada Sang-Wok, yang meresponnya dengan ucapan terima kasih.

Si pengendara motor menurunkan Sang-Wook di depan tempat tinggalnya. Saat Sang-Wok menanyakan berapa ongkos yang harus ia bayar, si pengendara motor membuka helmnya dan ternyata itu adalah Sul. Sebagai ganti ongkos, Sul meminta Sang-Wook untuk merawat sepeda motornya karena ia tidak tahu dimana harus menyimpannya. Sang-Wook yang sudah terpana sejak pertama kali melihat wajah Sul mengiyakan permintaannya.

Di stasiun TV, Hae-Sung kembali menemui Won Sang untuk melatih aktingnya. Sama seperti sebelumnya, Won Sang tidak tahan dengan gaya Hae-Sung berakting. Pada akhirnya ia berbohong dan mengatakan bahwa akting Hae-Sung sudah sip, walau dalam hatinya ia ingin mengusir Hae-Sung pergi dan mengembalikan uangnya.

adegan_fantastic_3d

Hae-Sung sudah tidak sabar untuk menunjukkan aktingnya pada So-Hye. Ia lalu kembali mencoba menghubungi nomer So-Hye, namun nomernya tidak bisa dihubungi. Pada saat itu, So-Hye sedang terbaring di rumah sakit dengan Joon-Gi di sampingnya. Setelah memberikan minum, Joon-Gi mengatakan bahwa So-Hye mengalami pneumonia akut sebagai efek dari kanker yang ia alami. Joon-Gi mencoba mengajaknya berbincang masalah tersebut, tapi So-Hye, yang terus terbayang akan kematian, mengatakan ingin beristirahat terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian terlihat So-Hye sedang berdiri di ujung atap gedung rumah sakit sambil menangis. Sepertinya ia berniat untuk bunuh diri namun tidak berani untuk melakukannya. Tak lama kemudian ia sudah tidak lagi berada di rumah sakit.

So-Hye ternyata memilih untuk bersenang-senang dengan Jo Mi-Sun (Kim Jae-Hwa). Mulai dari berbelanja habis-habisan, waxing, hingga nyalon. Ia juga tidak lupa membelikan jaket kulit untuk Sul dan mengirimkannya ke rumah Sul. Karena ingin segera bertemu suaminya, Mi-Sun berpamitan pulang terlebih dahulu.

Sang-Wook sedang bersiap-siap di kamarnya sambil sesekali mengecek motor Sul yang diparkir di depan tempat tinggalnya. Tiba-tiba ada telpon masuk dari firma hukum JS. Sang-Wook lalu pergi menuju ke kantor firma hukum tersebut dan menemui… Jin-Tae. Ternyata Sang-Wook baru saja menjalani ujian masuk untuk bekerja di firma hukum milik Jin-Tae tersebut dan ia mengaku sebagai fans berat Jin-Tae yang ia anggap sebagai jaksa yang suka menolong sesama. Jin-Tae mengabarkan bahwa Sang-Wook diterima untuk bekerja di tempatnya dan mengajaknya untuk makan malam guna merayakan hal tersebut. Sang-Wook menolaknya, berdalih sudah ada acara lain. Faktanya ia hanya ingin segera pulang karena khawatir dengan motor Sul dan ingin kembali bertemu dengan Sul.

Sementara itu, penasaran dengan So-Hye yang sulit dihubungi, Hae-Sung menanyakan nomer telpon Mi-Sun pada Sang-Hwa. Sang-Hwa tidak mengetahuinya namun memberitahu bahwa ia akan pulang besok sehingga Hae-Sung bisa menemuinya. Tanpa diduga, Hae-Sung justru bertemu dengan So-Hye di salon. Suasana hati So-Hye yang sudah enak menjadi bad mood kembali begitu melihat Hae-Sung. Apalagi Hae-Sung memaksa So-Hye untuk membelikannya sandwich dengan dalih membayar hutang. Mau tidak mau So-Hye mengikuti maunya.

Di sebuah cafe, Hae-Sung kembali mencoba mencandai So-Hye dengan mengatakan ingin memesan wine yang mahal. Tidak ingin bertele-tele, So-Hye memanggil pelayan dan memintanya mengeluarkan semua menu yang ada, termasuk wine yang termahal. Hae-Sung kaget dan meminta pelayan untuk menunggu pesanan mereka nanti. Ia lalu bertanya kenapa So-Hye bersikap seperti itu. So-Hye menjawab bahwa ia ingin bisa segera menyelesaikan masalahnya dengan Hae-Sung.

“Setiap detik sangat berharga bagiku” ujar So-Hye.

Hae-Sung lalu mengangkat masalah ciuman yang dilakukan So-Hye sebelumnya, yang dijawab So-Hye bahwa saat itu ia sedang bercanda.

“Apa di antara kita pernah ada yang namanya ketulusan?” tanya So-Hye.

“Apa karena ini semuanya terjadi?” Hae-Sung bertanya balik.

“Kau benar-benar keterlaluan,” respon So-Hye. “Bahkan permintaan maaf tidak akan cukup.”

Hae-Sung menanggapi bahwa ia sudah berkali-kali meminta maaf pada So-Hye tapi So-Hye tidak mau mendengarnya. So-Hye mengatakan karena baginya permintaan maaf Hae-Sung tidak ada gunanya. Tanpa menunggu jawaban lagi dari Hae-Sung, So-Hye memintanya segera memesan makanan agar ia bisa segera membayar dan pergi. Hae-Sung menyusulnya dan kembali meminta maaf sembari menyatakan ia tidak punya pilihan lain pada saat itu, tapi So-Hye menolak dan memintanya untuk tidak lagi membahas hal itu karena ia tidak punya waktu untuk membicarakan masalah sepele seperti itu.

adegan_fantastic_3e

Dalam perjalanan pulang, adegan flashback muncul. Akar permasalahan ternyata Hae-Sung yang tiba-tiba menandatangani kontrak dengan stasiun TV sebelah (milik Jin-Sook) di saat ia sudah berjanji pada So-Hye untuk membintangi serial drama yang ia tulis. Sutradara marah besar pada Hae-Sung dan berniat untuk menghancurkannya, namun So-Hye mencegahnya dengan mengatakan bahwa Hae-Sung bukanlah aktor yang baik dan seterusnya. Kata-kata So-Hye yang seolah menjelek-jelekkan Hae-Sung inilah yang secara tidak sengaja didengar oleh Hae-Sung (flashback di episode 2 lalu).

Untuk melupakan masalah Hae-Sung, So-Hye meminta sopir taksi untuk menurunkannya di sebuah night club. Ia lalu menghabiskan malam sambil mabuk-mabukan di sana. Sama halnya dengan Hae-Sung, yang memilih untuk berolahraga sembari melihat-lihat foto keluarga orang lain di sosmed. Tak lama kemudian Jin-Sook datang dan memberitahukannya ada undangan pesta ulang putri seorang CEO perusahaan hiburan ternama di China. Hae-Sung menolak untuk datang, namun Jin-Sook mengingatkan bahwa hal tersebut melanggar kontrak yang telah ia tanda tangani.

Kembali ke night club. So-Hye yang sudah mabuk melihat dokter Jaime sedang bersama dengan seorang pria di tempat tersebut. Ia menghampirinya lalu memberi selamat pada Jamie yang sudah berhasil selingkuh dengan pria lain. Jaime hanya tersenyum mendengarnya. Setelah So-Hye pergi, Jamie menelpon Joon-Gi dan memberitahu bahwa So-Hye sedang ada di sana. Tak lama Joon-Gi datang dan membuat So-Hye yang sedang asyik berdansa kaget. Joon-Gi lalu menceritakan bahwa sebenarnya Jamie adalah adiknya. So-Hye mendengarnya tanpa berkata apa-apa saking syoknya. Jamie kemudian meninggalkan mereka berdua dan So-Hye berdansa dengan serunya bersama Joon-Gi di atas meja.

Puas bersenang-senang, So-Hye pulang dengan ditemani oleh Joon-Gi. Karena mendadak merasa ingin muntah, Joon-Gi meminta sopir taksi untuk berhenti dan mereka pun lanjut dengan berjalan kaki, setelah So-Hye muntah di pinggir jalan. So-Hye bercerita bahwa ia seharian bersenang-senang dan melakukan Brasilian Waxing. Joon-Gi kaget mendengarnya, karena toh apabila So-Hye melakukan perawatan kanker rambut di tubuhnya juga akan rontok dengan sendirinya. So-Hye tertawa menyadari kebodohannya.

So-Hye lalu kembali bercerita. Kali ini tentang perasaan dan rasa takutnya akan mati sendirian tanpa ada suami atau anak yang menemaninya. Ia pun menangis sambil menutupi wajahnya.

“Aku di sini untukmu, teman kankerku,” ucap Joon-Gi.

“Oh benar. Apa kau mau pacaran denganku?” tanya So-Hye

Joon-Gi terdiam mendengar pertanyaan So-Hye.

“Mengapa tidak dijawab? Apa aku baru saja ditolak? Tidak bisakah kau pacaran saja denganku, oppa?” tanya So-Hye, sembari mulai kembali menangis.

Preview Episode 4

Coming soon ๐Ÿ™‚

» Sinopsis Episode 4 Selengkapnya

Reply