Sinopsis Drama Korea Fantastic Episode 4 & Preview Episode 5

Sinopsis Fantastic episode 4 kali ini bakal menjawab rasa penasaran kita terhadap respon Hong Joon-Gi (Kim Tae-Hoon) yang hanya terdiam ketika diajak berpacaran oleh Lee So-Hye (Kim Hyun-Joo). Selain itu, di cerita sebelumnya, Baek Sul (Park Si-Yeon) berkenalan dengan Kim Sang-Wook (Ji Soo) yang sempat ia tolong di jalan. Ia pun menitipkan sepeda motornya pada Sang-Wook, yang sepertinya jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Sul. Tanpa Sul sadari, Sang-Wook sendiri ternyata ngefans berat dengan Choi Jin-Tae (Kim Young-Min), suami dari Sul, dan baru saja diterima bekerja di firma hukum Jin-Tae. Sedangkan Ryoo Hae-Sung (Joo Sang-Wook), berusaha keras untuk diakui oleh So-Hye, belajar akting pada Park Won Sang, yang sebenarnya enggan dan emosi melihat buruknya akting Hae-Sung. Apa yang akan terjadi selanjutnya di drama korea Fantastic episode 4 kali ini?

Sinopsis Episode 4

Sang-Wook yang sedang tidur terbangun karena mendengar suara motor distarter. Ternyata Sul datang untuk mengambil motornya. Karena kemarin belum sempat berkenalan dengannya, Sang-Wook berteriak memanggilnya untuk memberikan kontaknya, namun Sul hanya tersenyum sambil mengedipkan mata, lantas pergi meninggalkan Sang-Wook dengan memacu motornya. Untungnya itu semua hanya mimpi. Sang-Wook bergegas mengecek keberadaan motor tersebut di luar dan memang masih ada di sana. Ia pun memilih untuk tidak melanjutkan tidurnya dan mencuci motor tersebut.

So-Hye terbangun di kamarnya dan menyadari wajahnya yang penuh dengan make-up serta lingkaran hitam karena kurang tidur. Ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan make-upnya. Hong Sang-Hwa (Yoon Ji-Won) datang tak lama kemudian dan menanyakan apakah So-Hye sudah siap karena mereka akan segera berangkat menuju ke lokasi syuting hari pertama di pyeongchang dan masih harus mampir kantor terlebih dahulu untuk menyiapkan segala sesuatunya. So-Hye yang lupa akan jadwal tersebut menjadi panik dan bergegas bersiap-siap.

Dalam perjalanan, Sang-Hwa dan sutradara Yoon Chul-Hyung (Kim Dong-Gyun) memuji kuku So-Hye yang kinclong. Sutradara Yoon curiga So-Hye sedang berkencan dengan seseorang. Karena So-Hye hanya terdiam, Chul-Hyung, Sang-Hwa, dan kru lainnya cuek saja menggosipkan dirinya. Akhirnya So-Hye buka mulut dan mengatakan bahwa ia tidak sedang berkencan dengan siapapun, hanya habis refreshing saja. Kru lainnya tidak percaya kepadanya namun tidak berani mengatakannya terang-terangan.

adegan_fantastic_4a

Hae-Sung sedang berlatih adegan perkelahian saat So-Hye dkk tiba. Hae-Sung yang melihatnya sempat akan menyapa, namun urung karena sutradara Yoon lebih dulu menghampirinya dan mengajaknya untuk memeriksa angle kamera. Tiba-tiba datang seorang penduduk tempat yang mengaku sebagai pemilik tanah tempat mereka syuting. Karena ia terus mengomel, sutradara Yoon meminta kru lainnya untuk membawanya pergi.

So-Hye yang sejak tiba di TKP merasa mual memilih untuk melangkah meninggalkan area syuting dan menuju pinggir jurang. Si pemilik tanah tadi melihatnya dan karena sudah terlanjur terbawa emosi, ia menuduh So-Hye menertawakannya (padahal ia sedang menahan diri untuk tidak muntah). Si pemilik tanah terus mendekat dan So-Hye terus mundur untuk menghindarinya, tanpa melihat jurang yang ada di belakangnya. Hae-Sung yang melihat kejadian tersebut segera berlari menuju mereka. Dan ia tiba tepat di saat So-Hye terpeleset dan terjatuh. Tanpa berpikir panjang ia segera melompat dan menangkap So-Hye. Keduanya pun terjatuh ke dalam jurang!

Untunglah, di dasar jurang ternyata telah ada busa pengaman yang disiapkan untuk keperluan syuting. Mereka berdua jatuh tepat di atasnya. So-Hye hanya terdiam sambil menatap Hae-Sung yang telah menyelamatkannya. Tak lama kru-kru lain datang untuk menolong mereka. Setibanya kembali di atas tebing, ia disambut bak pahlawan oleh yang lain. Tapi saat sedikit terpana mengingat aksi Hae-Sung barusan, Hae-Sung justru mengatakan seharusnya mereka merekam adegan fantastis tersebut. Kru lainnya tertawa mendengar hal tersebut, sementara So-Hye menjadi sedikit kesal padanya.

Oh Chang-Suk (Jo Jae-Yun) lalu menanyakan apakah syuting bisa berakhir sebelum hari gelap karena Hae-Sung harus berangkat ke China untuk memenuhi undangan ulang tahun putri CEO sebuah perusahaan media group terbaik di sana. Hae-Sung menambahkan bahwa ia hanya akan pergi selama 1 hari sehingga akan kembali ke Korea dua hari lagi. Sutradara Yoon tidak mempermasalahkannya dan mempersilahkan Hae-Sung untuk besok ijin syuting.

adegan_fantastic_4b

Hae-Sung melangkah menuju busnya sembari memegangi dadanya yang tampak sakit. So-Hye melihatnya, lantas menyusulnya masuk ke bus. Mengetahui So-Hye mengkhawatirkannya, Hae-Sung sengaja berpura-pura sakit agar ia tidak lagi khawatir. Aktingnya kali ini cukup meyakinkan dan So-Hye percaya padanya.

“Kau akan melihat aku syuting, kan?” tanya Hae-Sung sebelum So-Hye pergi, yang diiyakan olehnya.

Syuting pun dimulai tak lama kemudian. So-Hye memperhatikan kegiatan syuting tersebut dengan seksama dan dengan perasaan bahagia. Ia juga sempat terpana melihat aksi pertarungan yang diperagakan Hae-Sung, walau menjadi tersedak saat Hae-Sung dengan pedenya membuka jasnya dan memamerkan pose coolnya pada So-Hye. Namun sedakan So-Hye diikuti dengan batuk-batuk, sehingga ia meenyingkir dari lokasi syuting.

Sang-Wook masih saja khawatir terhadap motor Sul. Begitu ingat ramalan cuaca bahwa malam itu akan hujan, ia segera memindahkan motor tersebut. Beberapa saat kemudian Sul datang ke sana usai berbelanja dan ia kaget melihat motornya sudah tidak ada. Saat bertanya pada penjaga rumah, ternyata Sang-Wook memindahkan motor tersebut ke dalam kamarnya agar tidak kehujanan 😀 Sul yang sedari tadi menahan tawanya tidak tahan lagi untuk tidak tertawa saat Sang-Wook meminta maaf karena sudah memindahkan motor tersebut tanpa ijin.

Sul lalu berniat untuk memindahkan motor tersebut agar tidak lagi merepotkan Sang-Wook. Sang-Wook menolaknya dan mengatakan bahwa ia akan membelikan jas motor dengan pengiriman kilat sehingga tidak perlu lagi menyimpannya di kamar. Sebagai gantinya, Sang-Wook meminta untuk diberikan tumpangan lagi di lain waktu. Sul tersenyum dan meminta Sang-Wook memberikan ponselnya, berjanji akan menghubunginya apabila suatu waktu ia ingin berjalan-jalan. Sang-Wook girang mendengarnya.

Keluar dari tempat tinggal Sang-Wook (apartemen? kos?), ponsel Sul berbunyi. Jin-Tae ternyata yang menelponnya, memintanya untuk segera pulang dan packing untuk liburan ke Jeju esok hari, sekaligus membereskan toilet yang mampet. Dengan enggan Sul mengiyakan.

adegan_fantastic_4c

So-Hye meminum obatnya di tempat yang agak jauh dari lokasi syuting agar tidak ketahuan jika ia sakit. Sesaat kemudian Sang-Hwa datang dan memberitahunya jika taksi pesanannya sudah datang. So-Hye ternyata berniat untuk melanjutkan menulis episode 11 dari drama ‘Hitman’ yang sedang digarap di sebuah kabin di dekat lokasi syuting yang dulu pernah ia tinggali. Tiba-tiba Joon-Gi menelponnya. Karena malu memikirkan kejadian semalam, So-Hye meminta Sang-Hwa untuk menolaknya. Alih-alih melakukan perintah bosnya, Sang-Hwa jutru memberitahu bahwa So-Hye sedang ada di sebelahnya. Dengan kesal So-Hye pun menerima telpon tersebut, yang berlangsung sebentar saja karena Joon-Gi hanya menanyakan kondisi So-Hye dan mengingatkannya untuk menjaga kesehatannya.

Usai syuting, Hae-Sung mencari keberadaan So-Hye. Sang-Hwa memberitahunya bahwa ia saat ini sedang berada di kabin. Beberapa saat kemudian manajer Oh datang dan mengingatkannya bahwa mereka harus segera berangkat ke bandara. Meski lebih penasaran dengan tujuan So-Hye datang ke kabin sendirian, Hae-Sung terpaksa mengikuti Chang-Suk dan berangkat ke China.

Setibanya di kabin, So-Hye dikagetkan dengan booth foto bareng yang memajang foto full body Hae-Sung. Tak lama dua orang suami istri penjaga kabin dan memberitahukannya bahwa kabin sedang direnovasi. Namun karena ruangan depan masih bisa digunakan, istri penjaga kabin mempersilahkannya tinggal di sana jika mau. So-Hye pun tidak keberatan.

Di rumah keluarga Choi, Choi Jin-Sook (Kim Jung-Nan) tidak memperbolehkan Sul untuk pergi ke Jeju karena di sana akan diselenggarakan bazaar yang dihadiri oleh tokoh-tokoh politik. Ia tidak mau Sul merendahkan martabat keluarga mereka. Jin-Tae mengatakan bahwa semua orang datang dengan pasangan mereka, tapi Jin-Sook menjawab bahwa toh ia akan mengawal Lee Hyo Won (ternyata bukan Lee Mi Do toh namanya). Ibu mereka menyetujuinya pendapat Jin-Sook dan mereka berdua pun pergi meninggalkan Jin-Tae dan Sul yang sedang diperintahkan untuk menyetrika baju-baju mereka. Jin-Tae merasa tidak enak pada Sul, tapi Sul tidak mempedulikannya karena dari awal ia juga tidak ingin pergi dengan mereka. Beberapa saat kemudian Jin-Sook masuk kembali. Ia sedang menelpon pejabat Lee dan meminta mereka untuk mengenakan seragam angkatan laut yang serasi agar terlihat seperti pasangan. Jin-Sook lalu berpesan agar Jin-Tae menjamu pejabat Lee baik-baik nanti malam karena ia sendiri harus pergi ke China dan tidak bisa ikut ke Jeju. Jin-Tae mencoba menenangkan Sul dan mengatakan bahwa tidak akan terjadi apa-apa karena ini hanya perjalanan bisnis.

“Lakukan apa yang kau inginkan, aku tidak peduli.”

adegan_fantastic_4d

Sepeninggal mereka semua, Sul langsung tersenyum bahagia dan melompat ke sofa setelah terlebih dahulu melemparkan apronnya. Ia menelpon Jo Mi-Sun (Kim Jae-Hwa) untuk mengajaknya jalan. Sayangnya, Mi-Sun sedang ada acara, menghadiri acara ulang tahun mertuanya. Karena tidak mungkin juga untuk mengajak So-Hye yang sedang berada di pyeongchang, Sul pun menghubungi Sang-Wook dan mengajaknya jalan-jalan. Dengan gembira Sang-Wook menerima ajakan tersebut.

Saat sedang berbaring di tempat tidurnya, So-Hye sempat terbayang tentang Hae-Sung dan tawanya. Tiba-tiba ia tersadar karena mendengar suara tawa yang sama persis. Ternyata Hae-Sung sedang ada di luar, makan semangka bersama dengan penjaga kabin. Ia membatalkan perjalanannya ke China, berdalih bahwa ia lelah. Istri penjaga kabin lalu meminta mereka untuk mengambil selada agar ia bisa membuatkan makan malam untuk mereka. Saat akan mengambil selada, adegan flashback muncul dimana Hae-Sung meminta Chang-Suk untuk mengatakan kepada mereka ia mengalami depresi dan menghilang begitu saja sehingga tidak bisa datang ke China.

Sang-Wook sudah bersiap di samping motor saat Sul datang. Sang-Wook yang sudah merancang rute jalan-jalan mereka mengajak Sul untuk makan siang di sebuah restoran yang sering dikunjungi pecinta motor. Apes, restoran tersebut ternyata sedang tutup karena pemiliknya pergi berlibur. Restoran berikutnya yang mereka kunjungi juga tutup untuk sementara waktu karena direnovasi. Dengan sedikit frustrasi Sang-Wook mengajak Sul ke restoran ketiga yang sudah ia siapkan. Sukses? Tidak juga karena kali ini restorannya malah sudah berganti jadi hotel 😀

Pada akhirnya Sul dan Sang-Wook makan ramen instan di pinggir jalan. Usai makan, Sang-Wook berbasa-basi sambil menanyakan golongan darah dan zodiak Sul. Terakhir ia menanyakan tipe ideal Sul, yang dijawab apa saja selain pengacara. Sang-Wook (yang merupakan ‘calon’ pengacara) kaget mendengarnya dan mencoba memprotes jawaban Sul. Sul tidak mau membahasnya. Sang-Wook lantas menanyakan nama Sul. Sul menjawab bahwa namanya adalah ‘Nuna’ dan ia akan memanggil Sang-Wook dengan nama ‘Dongsaeng’. Ia meminta agar hubungannya dengan Sang-Wook adalah antara Nuna dan Dongsaeng tanpa perlu membahas masalah pribadi masing-masing. Jika ia tidak suka, Sul akan memindahkan motornya ke tempat lain. Tidak mau kehilang Sul, Sang-Wook mau tidak mau menyetujui permintaan Sul.

adegan_fantastic_4e

Usai makan, suami istri penjaga kabin mengajak So-Hye dan Hae-Sung untuk pergi melihat bintang dengan mobil terbuka sembari bermain harmonika di sepanjang perjalanan. Mobil terbuka yang dimaksud ternyata adalah mobil pickup. Meski agak enggan, So-Hye tidak enak menolaknya. Mereka pun pergi dengan suami si penjaga kabin yang menyetir mobil dan keduanya duduk di belakang. Di tengah jalan tiba-tiba mobil berhenti. Bapak penjaga kabin mengatakan bahwa bannya bocor dan ia kebetulan tidak membawa alat-alatnya sehingga ia meminta mereka menunggu sementara ia turun untuk mengambil alat-alat tersebut. Tanpa disangka, tidak jauh dari tempat mobil berhenti, istrinya sudah menunggu dengan sepeda motor. Rupanya mereka sengaja melakukan hal tersebut untuk membuat Hae-Sung dan So-Hye berduaan serta agar Hae-Sung menyatakan cintanya pada So-Hye. Selimut dan minuman juga telah disiapkan di mobil.

Setelah sempat ditakut-takuti oleh Hae-Sung dan keduanya terdiam beberapa lama, So-Hye membuka percakapan dengan berterima kasih kepada Hae-Sung yang telah menyelamatkannya.

“Aku sangat menyesal. Sangat. Untuk waktu yang lama. Setiap hari.” balas Hae-Sung.

Hae-Sung lalu bercerita bahwa ia tidak menyadari keputusannya pada waktu itu bisa membuat keadaan berubah seperti sekarang dan ia berharap bisa memutar balik waktu dan membatalkan keputusan tersebut. Saat sedang saling bertatapan, walkie talkie yang ditinggalkan bapak penjaga kabin berbunyi. Saat Hae-Sung menjawabnya, si bapak penjaga kabin mengabarkan bahwa ada teman penulis Lee yang datang dan mencarinya. Ternyata yang datang adalah Joon-Gi. So-Hye kaget dan tidak menyangka ia akan datang. Bapak penjaga kabin lalu mengatakan ia akan segera datang menjemput mereka.

Joon-Gi menunggu kedatangan mereka dengan memotret ke sana kemari. Saat mereka bertemu, Hae-Sung sempat kesal mengetahui bahwa Joon-Gi tidak mengenali dirinya sebagai seorang aktor ternama. Joon-Gi lantas mengajak So-Hye untuk ngobrol bersama. Hae-Sung yang penasaran diam-diam membuntuti mereka dan mengamati dari jauh. Tidak tahan melihat Joon-Gi yang memegang dahi Hae-Sung untuk mengecek suhunya, Hae-Sung memanggil Joon-Gi dan mengajaknya makan malam.

Saat hendak makan, Hae-Sung mencoba menyindir Joon-Gi sebagai dokter yang hanya karyawan yang digaji. Ia jadi keki sendiri mendengar Joon-Gi ternyata adalah direktur rumah sakit kelas atas. Untuk membuang malu, ia sibuk mengambil makanan dan mengikuti semua menu yang diambil Joon-Gi. So-Hye melihatnya dengan tatapan prihatin. Saat penjaga kabin mengatakan mereka kehabisan kayu bakar, Hae-Sung segera bangkit untuk mengambilkannya dengan harapan bisa menarik perhatian So-Hye. Apa daya, aksi pamernya berujung pada badannya yang kesakitan. Saat diperiksa, Joon-Gi mengatakan ada kemungkinan tulang rusuk Hae-Sung retak atau patah dan sebaiknya ia menjalani x-ray scan untuk memastikannya. Baik Hae-Sung maupun So-Hye kaget mendengarnya. Sambil menangis menahan sakitnya Hae-Sung mengatakan bahwa ia tidak apa-apa.

adegan_fantastic_4f

Ponsel So-Hye berbunyi. Jin-Sook yang menelpon, mengamuk gara-gara Hae-Sung tidak berangkat ke China. Karena Hae-Sung tetap tidak mau datang, Jin-Sook mengancam akan menyebarkan skandal tentang dirinya dan So-Hye. Mau tidak mau Hae-Sung menuruti perintahnya. Tak lama ia pun pergi dengan menatap cemburu pada Joon-Gi dan So-Hye. Dalam perjalanannya, muncul adegan flashback dimana dulu Jin-Sook juga mengancamnya dengan sesuatu apabila ia tidak mau menandatangani kontrak dengannya.

Sepeninggal Hae-Sung, Joon-Gi bertanya-tanya tentang Hae-Sung pada So-Hye. So-Hye memintanya melupakan kejadian kemarin, tapi Joon-Gi mengira yang perlu dilupakan adalah aksi dansa gila mereka berdua. So-Hye menambahkan bahwa ia akan menerima pengobatan klinis yang ditawarkan oleh dokter Jamie. Joon-Gi senang mendengarnya dan menanyakan apa yang membuatnya berubah pikiran. So-Hye menjawab bahwa pada saat ia jatuh tebing, ia merasa hidupnya sebagai sebuah mukjizat, sehingga ia ingin bisa hidup lebih lama lagi. Ia ingin merasakan jatuh cinta, menjalin hubungan, dan segalanya.

Joon-Gi terdiam sejenak mendengar jawaban So-Hye.

“Aku ingin menjadi pria nomer satumu,” ujarnya kemudian. “Tidak apa-apa bahkan jika kau memiliki kanker. Mari kita berkencan.”

Dan Hae-Sung tiba-tiba datang ke tempat mereka ngobrol, tepat di saat Joon-Gi menembak So-Hye.

Preview Episode 5

» Sinopsis Fantastic Episode 5 selengkapnya

One Response

  1. Reese

Reply