Sinopsis Drama Korea Fantastic Episode 5 & Preview Episode 6

Di sinopsis Fantastic episode sebelumnya, tanpa mempedulikan ancaman dari Choi Jin-Sook (Kim Jung-Nan), Ryoo Hae-Sung (Joo Sang-Wook) menyusul Lee So-Hye (Kim Hyun-Joo) ke kabin tempat mereka berdua dulu pernah menginap (di suatu acara). Apes bagi Hae-Sung, momen kebersamaan yang ia harapkan harus terganggu dengan hadirnya Hong Joon-Gi (Kim Tae-Hoon). Dan setelah di episode lalu ia tidak menjawab permintaan So-Hye untuk menjadi kekasihnya, kali ini justru Joon-Gi yang menembak So-Hye, tepat di hadapan Hae-Sung. Apa yang kira-kira akan terjadi di sinopsis drama korea Fantastic episode 5 kali ini?

Sinopsis Episode 5

Sebelum So-Hye sempat menjawab, Hae-Sung segera berlari mendekati mereka dan berpura-pura rusuknya sakit sehingga ia tak bisa mengemudi dan tidak jadi pergi 😀 Joon-Gi berniat untuk menelpon rumah sakit, namun Hae-Sung mencegahnya, berdalih berbahaya jika sampai tersebar gosip bintang top seperti dirinya masuk UGD. Lagipula, ia menambahkan, sudah ada dokter Joon-Gi yang bisa merawatnya.

Karena sudah larut, mereka pun pergi tidur. Karena memang tidak ada kamar lagi, Joon-Gi dan Hae-Sung terpaksa tidur berdua di bale. Keduanya saling berbasa-basi dimana Joon-Gi mengatakan suatu kehormatan bisa tidur di sebelah artis ternama, sementara Hae-Sung mengatakan pasti tidurnya akan aman dengan dokter yang berjaga di sampingnya. So-Hye menawan tertawanya melihat ulah mereka berdua.

Bukannya tidur, Joon-Gi mengirim pesan teks pada So-Hye, mengingatkannya agar tidak bekerja terlalu larut dan pergi tidur. Melihatnya, Hae-Sung tidak mau kalah dan ikut-ikutan mengirim pesan pada So-Hye, mengingatkannya pada bintang-bintang yang tadi mereka lihat bersama di atas pickup. Karena tahu Hae-Sung juga mengirim pesan pada So-Hye, Joon-Gi kembali mengirim pesan pada So-Hye. Begitu pula Hae-Sung. Akhirnya isi pesan mereka berdua adalah permintaan agar So-Hye harus membalas pesan mereka duluan 😀

Pada saat itu So-Hye ternyata sedang mencuci muka. Ia kaget begitu melihat banyaknya pesan tidak penting yang masuk di ponselnya dari kedua pria tersebut. Ia pun bergegas turun menemui mereka, yang masih saja mengirim pesan pada So-Hye karena memang belum dibalas. So-Hye meminta mereka mengatakan langsung kepadanya saat itu apabila ada yang ingin dikatakan karena ia hendak menulis naskah dan bunyi notifikasi pesan dari mereka menganggu. Keduanya segera bangun dari tidurnya, dan berlomba untuk meminta maaf serta mengingatkan So-Hye agar tidak begadang 😀

Kembali ke kamarnya, So-Hye merasa senang karena saat itu cintanya sedang diperebutkan oleh dua orang pria, sekaligus prihatin kenapa baru sekarang terjadi pada saat ia sudah terkena kanker. Tapi ia tidak terlalu memusingkannya dan mulai bekerja melanjutkan naskahnya. Sementara itu, Joon-Gi hendak pergi ke kamar kecil. Saat membalikkan badannya, ia kaget melihat Hae-Sung yang duduk berjaga di sampingnya. Begitu tahu Joon-Gi hendak ke kamar kecil, Hae-Sung memaksa untuk mengantarkannya dengan berbagai alasan. Mau tidak mau Joon-Gi mengiyakannya.

adegan_fantastic_5a

Esok harinya, sambil melihat Hae-Sung yang tertidur pulas, Joon-Gi yang sudah bangun menceritakan pada So-Hye bahwa sepanjang malam Hae-Sung begadang demi menjaganya agar tidak pergi ke kamar So-Hye. So-Hye kaget sekaligus geli mendengarnya. Mereka berdua lalu memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak ke perbukitan di sekitar kabin. Tak lama kemudian, ibu penjaga kabin datang dan membangunkan Hae-Sung karena ada tamu dari Seoul. Ternyata itu adalah suruhan dari direktur Choi yang mengabarkan bahwa manajer Hae-Sung, Oh Chang-Suk (Jo Jae-Yun), saat ini sedang ditahan di kantor polisi karena melakukan pencurian uang. Hae-Sung bergegas hendak kembali ke Seoul. Ia sempat kesal begitu tahu So-Hye sedang jalan-jalan pagi bersama Joon-Gi. Ia pun menelponnya dan, selain berpamitan untuk pulang duluan karena ada urusan, juga meminta So-Hye untuk tidak menjawab pertanyaan apapun yang diajukan oleh Joon-Gi. So-Hye tidak menjawabnya.

Melihat raut wajah So-Hye yang khawatir terhadap Hae-Sung, Joon-Gi tanpa basa-basi menanyakan apakah So-Hye menyukai Hae-Sung. So-Hye tidak menjawabnya, namun wajahnya terlihat salah tingkah. Bukannya marah, Joon-Gi justru tertawa dan bisa menerimanya. Ia tidak keberatan menjadi pria nomer dua di hidup So-Hye, bahkan menyarankan So-Hye untuk mengungkapkan perasaannya pada Hae-Sung. Termasuk juga jujur pada Hae-Sung tentang penyakitnya, supaya tahu apakah ia benar tulus mencintai So-Hye atau tidak. Joon-Gi lantas menganjurkan So-Hye untuk membuat bucket list atau daftar keinginan yang ingin diwujudkan. Dengan demikian, hidup So-Hye akan lebih termotivasi dan ia lebih bersemangat untuk menjalani hidup.

Di kantor polisi, Hae-Sung mengomeli Chang-Suk yang bisa-bisanya melakukan perbuatan tersebut. Chang-Suk beralasan ia benar-benar sedang butuh uang, sehingga nekat melakukannya. Chang-Suk juga menginformasikan mengenai koki di rumah Hae-Sung, yang ternyata adalah mata-mata direktur Choi. Tak lama direktur Choi datang. Ia mengatakan akan mencabut gugatannya apabila Hae-Sung berangkat ke China. Mau tak mau ia pun melakukannya.

Kembali di kamar apartemennya, So-Hye akhirnya menyelesaikan naskah skenario ‘Hitman’ episode ke-11. Ia gemas dengan Hae-Sung yang memintanya untuk tidak menjawab pertanyaan Joon-Gi, tapi ia sendiri tidak menghubungi So-Hye hingga sekarang. So-Hye lantas membuka situs berita infotainment dan membaca bahwa Hae-Sung yang kini berada di China. Seperti takdir, tiba-tiba Hae-Sung mengirimkan pesan (plus foto aneh) kepadanya dan memintanya untuk menunggu karena sebentar lagi ia akan pulang. So-Hye hendak menjawab pesan tersebut dan memintanya agar berhati-hati, namun ia mengurungkan niatnya. Ia lalu teringat saran Joon-Gi untuk membuat bucket list dan ia pun melakukannya. Yang pertama adalah menuliskan keinginan utamanya dan menempelkannya di layar laptopnya.

Apa tidak apa-apa jika aku jatuh cinta?

Selanjutnya ia menulis daftar keinginannya di notebooknya. Entah sadar atau tidak, beberapa hal yang ia tulis adalah berkaitan dengan Hae-Sung, seperti membuatkan sarapan untuknya dan berlibur bersamanya ke Salar de Uyuni. Ia juga malu-malu sendiri menulis keinginan yang sifatnya romantis dan seksi. Usai menulisnya, ia menjadi bersemangat untuk mewujudkannya.

adegan_fantastic_5b

Beberapa saat kemudian So-Hye tiba di rumah sakit untuk melakukan kontrol. Joon-Gi meyakinkannya bahwa semuanya akan baik-baik saja, namun fakta berbicara lain. Justru muncul beberapa tumor baru di bagian perut dan usus, walau untuk detilnya masih harus menunggu hasil biopsi. Joon-Gi mencoba menyemangati So-Hye agar tidak putus asa. Sayangnya, yang dirasakan So-Hye adalah sebaliknya. Ia menjadi drop dan benar-benar patah semangat. Tiba di rumah, sembari meneteskan air mata, ia merobek kertas yang ia tempelkan di layar monitornya, juga kertas-kertas tulisan keinginannya yang ada di notebook.

Hae-Sung dan direktur Choi sudah tiba kembali di Korea. Di kantornya, Jin-Sook memarahi Hae-Sung karena tertidur dan SMS-an pada saat acara berlangsung. Hae-Sung berdalih itu karena memang ia tidak bisa berakting. Jin-Sook mengancam akan menyeret So-Hye ke urusan mereka. Hae-Sung lalu meresponnya dengan mengatakan ia tak akan memperpanjang kontraknya dengan Jin-Sook. Jin-Sook tidak terima dan mengingatkan apa yang akan terjadi jika Hae-Sung berani melakukan hal tersebut. Dengan tersenyum Hae-Sung mengatakan bahwa dalam sekejap popularitasnya akan hilang dan Jin-Sook akan melakukan segala cara untuk menjatuhkannya. Tapi dengan tetap tenang ia menghampiri Jin-Sook dan mengatakan bahwa skenarionya punya satu celah.

“Jika karakter utama terbunuh, drama juga akan berakhir,” ujar Hae-Sung.

Dengan cool Hae-Sung pergi meninggalkan Jin-Sook, yang dengan emosi berteriak bahwa karakter utama di dalam drama mereka adalah dirinya. Di luar kantor, Hae-Sung menelpon Chang-Suk dan menanyakan dimana mobilnya berada. Chang-Suk menjawab mobil tersebut ia tinggalkan di kantor. Tanpa disangka, Chang-Suk meminta agar Hae-Sung meninggalkan dirinya karena ia tidak berguna baginya. Hae-Sung memotong kata-kata Chang-Suk dan memintanya untuk mencarikan pengacara yang kuat karena ia akan menyelesaikan hubungannya dengan direktur Choi. Ia juga menanyakan dimana penjual bunga terdekat.

Hae-Sung lantas mendatangi tempat tinggal So-Hye dengan membawa seikat bunga. Dengan gaya cool ia memberikan bunga tersebut kepada So-Hye lalu menanyakan apakah ada makanan karena ia lapar. Saat Hae-Sung sedang memakan selada pemberian dari Jo Mi-Sun (Kim Jae-Hwa) yang ada di dapur, So-Hye memasang wajah dingin dan mengatakan bahwa sebentar lagi Joon-Gi akan datang. Ia meminta Hae-Sung untuk pergi agar Joon-Gi tidak salah paham. Hae-Sung menanyakan kenapa Joon-Gi datang. So-Hye menjawab bahwa mereka sudah resmi pacaran. Hae-Sung kaget mendengarnya. Namun melihat So-Hye yang sepertinya bersungguh-sungguh, ia pun menuruti permintaan So-Hye. So-Hye sendiri hanya berdiri terdiam sepeninggal Hae-Sung, menahan perasaannya sembari menangis, hingga akhirnya membuang buket bunga pemberian Hae-Sung ke tempat sampah.

adegan_fantastic_5c

Hae-Sung yang galau pergi ke panti jompo tempat neneknya dirawat. Neneknya sempat bangun sejenak, namun tertidur kembali. Hae-Sung lantas curhat pada neneknya tentang perasaannya saat itu, termasuk bahwa sejak pertama bertemu So-Hye beberapa tahun lalu ia sudah yakin ingin menikahinya dan neneknya pun mengatakan bahwa wajah So-Hye mirip dengan ibu Hae-Sung. Setibanya di rumah, perasaan Hae-Sung makin galau mendapati pesan yang ditinggalkan Chang-Suk, yang menyatakan bahwa ia mengundurkan diri.

Mi-Sun dan suaminya, Kim Pil-Ho (Im Ji-Kyu), sedang berjalan di tengah derasnya hujan ketika mereka melihat ada sosok seorang sedang mabuk meneriakkan ‘So-Hye’ di pinggir ladang. Mi-Sun segera mengenali itu adalah Hae-Sung dan Hae-Sung pun mengaku bahwa ia sengaja datang ke tempat tersebut untuk mencari Mi-Sun. Namun belum Hae-Sung banyak bercerita, ia sudah tak sadarkan diri.

Esok harinya, Kim Sang-Wook (Ji Soo) sedang lari pagi bersama teman satu asramanya, Hong Sang-Hwa (Yoon Ji-Won). Ia curhat sedikit mengenai wanita yang ditemuinya (alias Baek Sul (Park Si-Yeon)) dan bahwa wanita tersebut tidak suka dengan pengacara, sehingga ia pun menjadi tidak pede. Sang-Hwa menduga bahwa pasti wanita yang ditaksir Sang-Wook tersebut adalah istri yang punya suami mesum. Sang-Wook jadi kesal mendengarnya karena tidak percaya bahwa Sul adalah wanita yang menikah.

Sul sendiri saat itu sedang berada di rumah, menyambut kedatangan kembali suami, Choi Jin-Tae (Kim Young-Min), dan keluarga mertuanya. Namun belum apa-apa ia sudah dibuat kesal karena melihat Lee Mi-Do (Chae Gook-Hee) yang ikut bersama mereka. Saat sarapan, Mi-Do bahkan tanpa sungkan mengatakan bahwa ia sudah menjadi bagian dari keluarga Choi. Jin-Tae yang tidak enak dengan Sul memintanya untuk memakan separuh ikan yang dibawa dari Jeju. Meski Sul menolak, dan Jin-Sook juga melarang Jin-Tae memberikannya, tapi karena Jin-Tae memaksa ia pun menerimanya. Namun alih-alih memakannya sendiri, Sul lantas membungkusnya (beserta dengan makanan lain yang sengaja ia simpan) guna dibawa serta sebagai oleh-oleh saat ia menjenguk ibunya. Apesnya, Jin-Sook yang mengetahui hal tersebut segera memanggil ibunya, yang kemudian membuang makanan-makanan yang sudah disiapkan Sul tersebut ke tempat sampah, karena baginya itu adalah miliknya dan Sul tidak berhak memberikannya ke orang lain. Bahkan Jin-Sook mengambil uang di dompet Sul, yang dikatakan Sul berasal dari Jin-Tae.

Tidak punya pegangan uang, Sul diam-diam memutuskan untuk menjual cincin (pernikahan?) miliknya. Ia lalu menggunakan uang tersebut untuk berbelanja bahan makanan dan mampir ke asrama Sang-Wook untuk memasak di sana. Sang-Wook sudah tentu girang mengetahui kedatangan Sul, apalagi kemudian diberi sepiring ikan hasil masakan Sul. Saat Sul hendak pulang, barang-barang di tasnya tidak sengaja terjatuh. Sang-Wook pun membantu Sul untuk mengumpulkan barang-barang tersebut. Sepeninggal Sul, Sang-Wook baru menyadari ada satu barang yang tertinggal, KTP Sul. Dan ia pun menjadi galau begitu mengetahui tahun kelahiran Sul yang berselisih 7 tahun dengan dirinya.

adegan_fantastic_5d

Hae-Sung dijamu selada hasil ladang Mi-Sun dan suaminya. Mi-Sun lalu mengatakan bahwa ia yakin So-Hye belum punya pacar, sehingga Hae-Sung menjadi bersemangat kembali. Ia bahkan menjanjikan akan menjadi duta selada bagi Mi-Sun. Namun tiba-tiba Mi-Sun ingat bahwa So-Hye sempat melakukan Brasilian Wax beberapa waktu lalu, sehingga ia jadi ragu sendiri apakah So-Hye benar belum punya pacar atau tidak. Ia lantas mengatakan pada Hae-Sung bahwa ia akan mengajak So-Hye datang dan menanyakan langsung kepadanya, dengan syarat apapun yang terjadi ia akan mendung So-Hye dan Hae-Sung harus menerimanya. Dengan gaya Hae-Sung mengatakan bahwa ia sudah lama tinggal di Amerika sehingga ia pasti bersikap cool layaknya pria Amerika 😀

So-Hye sedang melakukan pemeriksaan di rumah sakit dengan perasaan gundah melihat pasien-pasien lain yang datang ditemani oleh keluarga atau pasangannya. Tiba-tiba Mi-Sun menelponnya dan memintanya untuk datang ke tempatnya malam itu juga karena ada sesuatu yang ingin dibicarakan. So-Hye mengiyakan dan mengatakan ia juga punya suatu rahasia yang ingin diceritakan dan meminta Mi-Sun untuk mengundang Sul datang. Sul sendiri saat itu sedang berada di panti jompo dan menyuapi ibunya. Tak lama Jin-Tae menelpon dan menanyakan mengapa ia pergi sendiri dan tidak diantar sopir. Tanpa menunggu jawaban So-Hye, Jin-Tae mengatakan bahwa malam ini ia akan pulang larut karena akan ada urusan lain. Dan urusan lain yang dimaksud Jin-Tae adalah berselingkuh dengan Mi-Do.

Usai dari panti jompo, Sul datang ke tempat Mi-Sun. Sudah ada So-Hye di sana. Selesai melepas kangen, mereka berempat (bersama Pil-Ho) ngobrol bersama. Sul menceritakan bahwa Jin-Sook adalah kakak iparnya dan ia sedang mengirim mata-mata untuk mengawasi So-Hye. Bukannya khawatir tentang hal itu, So-Hye justru mengkhawatirkan Sul dan tidak bisa membayangkan hidupnya harus berada serumah dengannya. Sul menjawab bahwa sejauh ini ia masih bisa menghadapinya. Mi-Sun lantas menanyakan apakah So-Hye sudah punya pacar. So-Hye menjawab tidak. Dengan nada senang Mi-Sun mengulang jawaban So-Hye sembari melirik ke arah luar.

Dengan sumringah Hae-Sung muncul dan berpura-pura kaget melihat mereka semua sedang berkumpul di sana. Mi-Sun menceritakan bahwa beberapa hari lalu Hae-Sung ke tempat mereka dan berjanji untuk datang di lain waktu. Mi-Sun berpura-pura tidak tahu kenapa Hae-Sung bisa muncul di hari ini. Pil-Ho kemudian memberikan tempat duduknya bagi Hae-Sung, yang kini duduk bersebelahan dengan So-Hye. Sul yang melihatnya mengatakan bahwa mereka pasangan yang serasi. Agar pembicaraan tidak melebar, So-Hye akhirnya mengatakan bahwa rahasia yang ingin ia sampaikan sebelumnya kepada kedua sahabatnya adalah bahwa ia sudah memiliki kekasih seorang dokter. ‘Kekasihnya’ itulah yang tadi mengantarkannya ke tempat Mi-Sun. Mi-Sun antusias mendengarnya, namun disenggol oleh Pil-Ho hingga ia pun mencoba menahan diri. Hae-Sung tidak tahan lagi mendengarnya dan ia pun memilih untuk menunggu di luar.

adegan_fantastic_5e

Usai ngobrol, Sul pulang dengan diantar oleh Mi-Sun dan Pil-Ho, sementara So-Hye diantar oleh Hae-Sung. Sementara itu, Sang-Hwa yang mampir ke kamar Sang-Wook kaget begitu mengetahui orang yang ditaksir Sang-Wook berselisih umur 7 tahun. Sang-Wook lalu menceritakan rencananya untuk membeli mobil atau menumbuhkan jenggot agar tampak seperti orang dewasa dan tidak mengecewakan Sul. Sang-Hwa menganggap ide tersebut gila dan ia pun pergi meninggalkan Sang-Wook. Sang-Wook sendiri sepertinya mendapatkan suatu gagasan dan ia segera menelpon Sul untuk datang ke tempatnya. Sul yang saat itu sedang berada di mobil bersama Mi-Sun dan Pil-Ho meminta untuk diturunkan di dekat tempat Sang-Wook.

Setibanya di tempat Sang-Wook, Sul kaget melihat Sang-Wook yang sedang mengisi bensin di motornya sembari mengenakan baju jas lengkap dengan dasinya. Sul merasa bersalah karena tidak pernah mengisikan bensin di motor tersebut, sehingga ia memberikan uang ganti pembelian bensin pada Sang-Wook. Meski mengatakan menolak, tapi ternyata Sang-Wook memegang uang pemberian Sul dengan bersemangat. Ia lantas mengembalikan KTP Sul dan Sul pun pulang setelahnya, dengan sedikit perasaan galau karena identitasnya sudah ketahuan.

Mobil Hae-Sung tiba di depan apartemen So-Hye. Ia tidak berkata apa-apa saat So-Hye mengucapkan terima kasih dan melangkah keluar dari mobilnya. Namun tiba-tiba ia mengejar So-Hye lalu mengatakan bahwa ia tidak bisa menerima dijadikan hanya teman oleh So-Hye.

“Butuh waktu 12 tahun untuk bisa berdiri tepat di hadapanmu lagi,” ucapnya. “Hanya karena kau menolakku waktu itu. Hanya karena kau bilang padaku untuk pergi, aku berpaling. Aku menyesalinya sampai mati. Aku minta maaf. Tidak peduli seberapa kuat kau mendorongku keluar, aku tidak akan pergi.

Tanpa menunggu jawaban So-Hye, Hae-Sun berpamitan lantas pergi.

Hari berganti. So-Hye terbangun karena mendengar suara bel di pintunya. Saat itu sudah jam tiga sore dan yang datang ternyata adalah Jin-Sook. Ia meminta agar So-Hye mengubah skenarionya dan menghilang semua hal yang berbiaya mahal. So-Hye tidak terima karena dari awal ia mengatakan ingin membuat drama yang megah. Namun Jin-Sook mengatakan bahwa karena mereka tidak jadi mendapat investasi, maka ‘Hitman’ kini berubah konsep menjadi drama dengan budget rendah. Walau demikian, Jin-Sook tetap meminta So-Hye menghasilkan drama yang berating tinggi dengan modal minim. Ia mengancam akan mempermasalahkan soal Hae-Sung yang datang ke kabinnya apabila ia menolak melakukannya. Mendapat tekanan seperti itu membuat So-Hye pasrah mengiyakan permintaannya.

Tak lama sutradara Yoon Chul-Hyung (Kim Dong-Gyun) dan memberitahu bahwa Jin-Sook juga telah menemuinya dan membatalkan budget untuk penthouse. So-Hye kaget mendengarnya karena penthouse yang dimaksud sedianya akan dijadikan tempat tinggal dari si tokoh utama. Chul-Hyung lalu memberitahukan bahwa ada wacana untuk menggunakan penthouse milik Hae-Sung sebagai lokasi syuting. Setibanya di tempat Hae-Sung dan berdiskusi dengan sutradara Yoon dan staf lainnya, So-Hye akhirnya setuju untuk menggunakan penthouse Hae-Sung.

Saat sedang memotret sudut-sudut ruangan sebagai referensi perubahan naskah, Hae-Sung menghampiri So-Hye. So-Hye lantas menanyakan apakah Hae-Sung akan terus bekerja bersama direktur Choi. Mengetahui So-Hye mengkhawatirkannya, Hae-Sung yakin bahwa ia tidak berpacaran dengan Joon-Gi. So-Hye membantah dan mempertanyakan apa mau Hae-Sung.

“Kau ingin bilang padaku untuk memacari kalian berdua?” tanya So-Hye.

“Oke, baik. Pacaranlah denganku juga. Aku juga tidak bisa menyerah padamu.” jawab Hae-Sung.

Hae-Sung lantas mengatur pembagian hari bersama Joon-Gi. Karena mereka punya masa lalu bersama, Hae-Sung minta hak 4 hari dan dua di antaranya adalah Sabtu dan Minggu.

“Hentikan. Hentikan saat ku bilang padamu untuk menghentikannya. Kau tidak dapat menanganiku!” sergah So-Hye.

“Mengapa tidak bisa? Aku katakan padamu bahwa aku akan bisa!” jawab Hae-Sung yakin.

“Apa kau sangat menyukaiku?” tanya So-Hye. “Sangat menyukaiku sampai kau tidak masalah jika aku mengencani dua orang?”

“Ya, aku lebih suka berpegang erat pada satu kakimu daripada berakhir seperti ini,” jawab Hae-Sung.

“Baiklah… lalu, kau ingin tidur denganku?”

Preview Episode 6

» Sinopsis Fantastic Episode 6 selengkapnya

Reply