Sinopsis Drama Korea Fantastic Episode 6 & Preview Episode 7

Di sinopsis Fantastic episode sebelumnya, Lee So-Hye (Kim Hyun-Joo) syok gegara tumor di tubuhnya bertambah lagi. Ia yang awalnya sudah bersemangat menjalani sisa hidupnya menjadi kembali terpuruk. Ia pun berpura-pura sudah pacaran dengan Hong Joon-Gi (Kim Tae-Hoon) agar Ryoo Hae-Sung (Joo Sang-Wook) yang sebenarnya ia sukai tidak lagi mengejarnya. Tapi Hae-Sung ternyata tidak pantang menyerah. Ia memilih untuk menerima tantangan So-Hye untuk menjadi orang kedua asalkan tidak kehilangan So-Hye seperti dulu. Sementara itu, Kim Sang-Wook (Ji Soo), yang ternyata dekat dengan Hong Sang-Hwa (Yoon Ji-Won), akhirnya tahu nama dan juga usia Baek Sul (Park Si-Yeon). Ia pun jadi bingung memikirkan perbedaan usia mereka yang cukup jauh. Apa yang kira-kira akan terjadi di sinopsis drama korea Fantastic episode 6 kali ini?

Sinopsis Episode 6

Hae-Sung bingung mendengar tawaran So-Hye untuk tidur bersamanya. Terlebih setelah So-Hye malah tertawa melihat tingkahnya. Ia lantas melangkah mendekat ke arah So-Hye hingga So-Hye terjatuh di sofa. Tangan Hae-Sung meraih pundak So-Hye. Sempat akan memberontak, So-Hye akhirnya pasrah dan memejamkan matanya. Wajah Hae-Sun pun semakin mendekat ke arahnya hingga…

“Ya ampun!”

Teriakan Oh Chang-Suk (Jo Jae-Yun) reflek membuat So-Hye mendorong Hae-Sung hingga terjengkang 😀 Chang-Suk dengan salah tingkah mempersilahkan mereka untuk melanjutkan saja perbuatan mereka, tapi So-Hye yang terlanjur malu bergegas pergi meninggalkan penthouse sambil berdalih hanya sedang melakukan pembacaan naskah. Chang-Suk sendiri beralasan pada Hae-Sung bahwa ia kembali untuk memberitahu ada kimchi yang di kulkas. Hae-Sung yang kesal kepadanya menyuruhnya untuk pergi saja.

Hae-Sung segera menyusul So-Hye, namun So-Hye sudah keburu pergi dengan naik taksi. Setibanya di depan apartemen, sudah ada Joon-Gi yang menunggunya, memberitahu bahwa hasil biopsi So-Hye cukup baik dan ia bisa lanjut berpartisipasi dalam uji klinis (yang diadakan oleh adik Joon-Gi). So-Hye yang kaget karena senang mendadak menjadi lemas dan nyaris terjatuh, untung saja bisa ditahan oleh Joon-Gi. Hae-Sung yang menyusul ke tempat So-Hye dan diam-diam mengintip mereka jadi penasaran dengan apa yang sedang mereka lakukan. Sebelum So-Hye masuk ke apartemennya, Joon-Gi menyerahkan jadwal uji klinis serta memintanya untuk besok pagi datang ke rumah sakit.

Sepeninggal So-Hye, Hae-Sung mendatangi Joon-Gi dan tanpa basa-basi langsung menanyakan hubungannya dengan So-Hye. Joon-Gi memintanya untuk menanyakan langsung pada yang bersangkutan, tapi Hae-Sung menolak dan ingin mendengarnya dari Joon-Gi. Joon-Gi akhirnya menantangnya untuk adu bilyard, dan jika Hae-Sung berhasil menang baru ia akan mengatakannya. Meski sempat menolak, Hae-Sung menerima tantangan tersebut. Dengan gaya cool ia pun melakukan sodokan pertama… dan bola melompat entah kemana 😀

Meski berulang kali Hae-Sung sok mencoba trik yang dilakukan oleh Joon-Gi sebelumnya dan gagal, tapi permainan Hae-Sung kebetulan tidak jelek-jelek amat. Di saat-saat yang menentukan, Joon-Gi yang sedari awal memang hanya berniat mengerjai Hae-Sung sengaja mengalah dan Hae-Sung-lah yang akhirnya menjadi pemenang. Sambil makan ramen bersama, Joon-Gi mengatakan bahwa ia memang belum pacaran dengan So-Hye. Hae-Sung girang mendengarnya, namun langsung terdiam kembali dan memasang wajah bete begitu Joon-Gi melanjutkan kata-katanya bahwa ia masih belum menyerah untuk mengejar So-Hye.

adegan_fantastic_6a

Setibanya kembali di penthouse, Hae-Sung mendapatkan pesan dari Chang-Suk yang mengabarkan bahwa ia memutuskan untuk pergi dan meminta Hae-Sung mencari manajer yang lebih baik. Namun ia hanya merajuk karena Chang-Suk juga mengirim foto-foto yang berisi petunjuk keberadaannya saat ini. Dan saat Hae-Sung dengan gemas datang ke tempat yang dituju, Chang-Suk yang sedari tadi bersembunyi di belakang halte bus segera berlari keluar menyambutnya dengan tangan terbuka, persis seperti pasangan yang lama berpisah. Pakai ada background music lagu “The Power of Love“-nya Celine Dion segala lagi 😀

Dengan menahan malu Hae-Sung meminta Chang-Suk untuk menghampirinya. Chang-Suk sempat jual mahal, kembali mengatakan ia hanya akan merepotkan Hae-Sung, tapi Hae-Sung memaksanya untuk pulang. Di rumah, sambil makan ramyeon buatan Chang-Suk, Hae-Sung mengatakan bahwa Chang-Suk tidak perlu mempedulikan CEO Choi Jin Sook (Kim Jung-Nan), karena yang mempekerjakan Chang-Suk adalah dirinya. Chang-Suk girang mendengarnya dan mengatakan akan melakukan apa saja untuk Hae-Sung. Hae-Sung pun meminta Chang-Suk membantunya agar bisa lebih dekat dengan So-Hye. Dengan gaya cool Chang-Suk bertanya apakah hanya itu. Ia lalu melanjutkan meminta Hae-Sung agar jangan khawatir dan menyerahkan hal tersebut kepadanya.

Sebelum tidur, sambil berbaring di tempat tidurnya, Hae-Sung memikirkan kembali kejadian saat Joon-Gi ngobrol dengan So-Hye. Karena pada saat itu ia tidak mendengar apa yang mereka katakan, ia malah mengira yang tidak-tidak — bahwa So-Hye tidak punya uang dan Joon-Gi meminjamkan uang pada So-Hye dimana sebagai imbalannya So-Hye harus menjadi pacarnya 😀

Di rumah keluarga Choi, Sul hendak mencuci pakaian suaminya, Choi Jin-Tae (Kim Young-Min) dan menemukan bekas lipstik Lee Mi-Do (Chae Gook-Hee) di pakaian tersebut. Ia menjadi kesal melihatnya. Malam hari, Sul berniat untuk tidur di tempat lain. Saat ia hendak mengambil selimut yang ada di bawah tangan Jin-Tae yang sudah lebih dulu terbaring di tempat tidur, tiba-tiba Jin-Tae yang ternyata belum tidur menariknya dan mengajaknya berhubungan. Sul tidak mau melakukannya dan ia memberontak hingga Jin-Tae terjatuh dari tempat tidur. Jin-Tae menanyakan mengapa Sul menolaknya.

“Apa aku harus memeluk pria yang ada lipstik wanita lain di pakaiannya? Apa itu yang namanya hukum?!” tanya Sul ketus.

adegan_fantastic_6b

Jin-Tae sempat berpura-pura heran mengapa Sul menuduhnya selingkuh lagi. Tapi Sul sudah tidak peduli lagi dan memilih pergi keluar kamar. Ia kemudian pergi ke ruang penyimpanan anggur di bawah tanah dan terduduk di tangga sembari mencari informasi mengenai pemerkosaan di dalam pernikahan. Tiba-tiba ibu mertuanya muncul dan memarahinya. Sul terpaksa kembali lagi ke kamarnya dan tidur di lantai. Tak lama ponselnya bergetar. Ternyata ada pesan dari Sang-Wook, yang mengajaknya ngobrol dengan tebak-tebakan garing. Sul cukup terhibur dengan ulah Sang-Wook. Sang-Wook lalu memberitahu nama aslinya karena merasa sudah tidak adil karena sebelumnya sudah tidak sengaja tahu nama asli Sul. Mendadak Jin-Tae terbangun dan menanyakan kenapa Sul belum tidur, sehingga mau tidak mau Sul berhenti chatting dengan Sang-Wook.

Hari berganti. Sang-Wook hendak berangkat ke kantor dan mendapati motor Sul tidak ada di depan tempat tinggalnya. Karena tidak bisa menghubungi nomer Sul, ia pun mengirim pesan teks kepadanya untuk menanyakan apakah Sul mengambil motor tersebut. Sementara itu, persiapan syuting di penthouse Hae-Sung dimulai. Chang-Suk menyambut So-Hye yang baru tiba dan memberitahu bahwa Hae-Sung sedang menunggunya di kamar. Begitu So-Hye masuk ke sana, Hae-Sung langsung memamerkan tumpukan uang yang ia miliki, beralasan sahamnya baru saja meroket, sehingga uangnya kini berlimpah. Ia menawarkan uang-uang tersebut pada So-Hye karena merasa bingung bagaimana harus menghabiskannya. So-Hye tidak menanggapinya dan berniat untuk melangkah keluar. Pantang menyerah, Hae-Sung mencegahnya dan menanyakan kapan hari H mereka, hari H untuk tidur bersama. Takut ada kru yang mendengar, So-Hye menutup mulut Hae-Sung dan memintanya untuk tidak membicarakan hal tersebut lagi.

Saat syuting dimulai, So-Hye pergi ke rumah sakit untuk memenuhi janji dengan Joon-Gi. Ia bertemu dengan tiga orang penderita kanker payudara lainnya yang sama-sama ikut uji klinis. Mereka menyarankan So-Hye untuk segera memberitahu keluarganya akan kondisinya tersebut agar ia tidak berjuang sendirian. So-Hye tersenyum mendengarnya sembari menganggukkan kepala. Usai pertemuan itu, So-Hye ngobrol berdua di tempat Joon-Gi. Joon-Gi menanyakan apakah So-Hye akan memberitahu Hae-Sung mengenai penyakitnya. So-Hye menjawab tidak, karena siapa tahu uji klinis yang ia lakukan nanti memberikan hasil yang bagus. Joon-Gi lantas bercerita bahwa ia dulu memceritakan tentang kankernya kepada pacarnya. Meski sudah berulang kali mendorongnya untuk pergi, pacar Joon-Gi tetap ada di sampingnya. Namun 2 tahun kemudian ia akhirnya meninggalkan Joon-Gi dan menikah dengan pria lain. Joon-Gi menjadi berpikir bahwa mungkin pacarnya akan jadi lebih bahagia apabila ia tidak tahu tentang penyakit yang dideritanya. Walau demikian, Joon-Gi merasa bahwa seandainya ia menjadi pacarnya, ia pasti ingin tahu tentang hal itu.

“Meskipun aku tidak bisa tinggal di sisinya sampai akhir, aku sangat bersyukur aku bisa melakukan sesuatu untuknya. Ku rasa itu mungkin yang sedang ia pikirkan sekarang”, ucap Joon-Gi.

So-Hye mengangguk lalu terdiam merenungkan kata-kata Joon-Gi barusan.

adegan_fantastic_6c

Sang-Wook tiba di kantornya, firma hukum milik Jin-Tae. Jin-Tae langsung menyodorkan sebuah dokumen yang berisi kasus yang sedang mereka tangani secara gratis. Kasus tersebut tentang pemerkosaan di dalam pernikahan dan kliennya berasal dari Vietnam. Jin-Tae menanyakan pendapat Sang-Wook tentang hal itu, dan Sang-Wook menjawab, yang intinya, karena kejadian tersebut berlangsung dalam kondisi masih menikah, maka bukan hal mudah untuk membuktikannya bahwa salah satu pihak mereka terpaksa / dipaksa. Jin-Tae senang mendengarnya dan meminta Sang-Wook untuk menangani kasus tersebut.

Tiba-tiba pesan masuk ke ponsel Sang-Wook, dari sebuah perusahaan asuransi. Jin-Tae yang melihatnya mengira bahwa itu pesan dari pacar Sang-Wook. Sang-Wook membantahnya, namun akhirnya mengaku bahwa ada seorang wanita yang saat ini sedang ia sukai. Jin-Tae kemudian memberikan saran agar Sang-Wook menghormatinya, karena dengan itu maka Sang-Wook juga akan dihormati olehnya. Mendengarnya, Sang-Wook merasa senang dan berniat untuk melakukannya.

CEO Choi memanggil Sang-Hwa untuk datang ke rumahnya. Setelah memastikan bahwa Sang-Hwa memang membantu mengoreksi naskah ‘Hitman’ yang ditulis So-Hye, CEO Choi menawarkan uang sejumlah 8 juta won untuk biaya perawatan ayah Sang-Hwa di rumah sakit. Sebagai gantinya, ia meminta Sang-Hwa untuk meninggalkan So-Hye dan melakukan debutnya sendiri. Sang-Hwa menjawab bahwa So-Hye sudah berjanji akan membantunya debut, tapi CEO Choi memanasinya dengan mengatakan bahwa So-Hye lebih mementingkan dirinya sendiri dan tidak akan mengurusi Sang-Hwa. Ia lanjut menawarkan kontrak dengannya untuk drama 100 episode dengan bayaran 8 juta won per episodenya.

Sul yang tidak sengaja mendengar percakapan tersebut berusaha untuk mengabari So-Hye. Namun upayanya terganggu karena ibu mertuanya meminta bantuan Sul untuk menginventorisasi harta peninggalan keluarga yang ada di gudang bawah tanah. Mau tidak mau Sul melakukannya.

Beberapa waktu kemudian, Sang-Hwa tiba di apartemen So-Hye. Karena So-Hye sedang tidak ada di sana, ia mencoba menghubunginya. So-Hye beralasan ia sedang bekerja di luar dan meminta waktu untuk berbicara nanti. Sang-Hwa terdiam dan membuka kembali amplop berisi cek yang ia terima dari CEO Choi. Ia lantas mengemasi barang-barangnya dan pergi meninggalkan apartemen.

Usai mengerjakan tugas dari ibu mertua, Sul kembali mencoba menghubungi So-Hye. Karena ponselnya masih juga belum aktif, ia meminta bantuan pada Jo Mi-Sun (Kim Jae-Hwa), yang lantas mengantarkannya ke tempat Hae-Sung. Begitu masuk ke dalam, Chang-Suk yang menyambut mereka meminta mereka untuk tenang karena syuting sedang berlangsung. Namun ia langsung terdiam dan terpana begitu melihat penampakan Sul di hadapannya. Kali ini sayup-sayup terdengar lagu “Loving You” dari Minnie Riperton 😀 Setelah kesadarannya pulih, dengan suara yang diberat-beratkan agar terdengar cool, Chang-Suk mempersilahkan mereka untuk masuk.

adegan_fantastic_6d

Usai syuting, Sul menceritakan apa yang terjadi pada Sang-Hwa dengan CEO Choi. Hae-Sung lalu mencoba menghubungi Sang-Hwa, tapi nomernya juga tidak aktif. Mi-Sun menduga bahwa ia dan Joon-Gi sedang kencan. Meski sempat kesal dengan dugaan Mi-Sun tadi, Hae-Sung mencoba untuk menelpon ke rumah sakit dan mendapat jawaban bahwa Joon-Gi saat itu sedang libur. Sebelum pulang, Mi-Sun menyemangati Hae-Sung dan mengatakan bahwa ini kesempatannya untuk menjadi pahlawan. Hae-Sung mengepalkan tangannya dengan penuh semangat. Ngomong-ngomong, selama tadi mereka bercerita hingga hendak, Chang-Suk selalu menatap wajah Sul tanpa berkedip (dan lagu “Loving You” selalu terdengar setiap kali adegan Chang-Suk yang terpana muncul). Ia bahkan tanpa sadar hendak mengikuti Sul keluar dari penthouse. Namun khayalannya langsung musnah, seiring dengan berhentinya lagu “Loving You”, saat Hae-Sung memberitahunya bahwa Sul sudah menikah 😀

So-Hye saat itu ternyata tertidur di tempat Joon-Gi. Joon-Gi sengaja tidak mau membangunkannya dan menyelimuti tubuhnya. Sementara itu, Hae-Sung mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan nomer ponsel Joon-Gi. Sempat ditolak, resepsionis rumah sakit lantas memberitahukannya setelah Hae-Sung membuka penyamarannya. Ia lalu menghubungi Joon-Gi dan keduanya bertemu di rumah sakit. Joon-Gi lantas mengatakan bahwa ia baru akan memberitahu dimana So-Hye berada setelah satu jam berlalu. Untuk menghabiskan waktu, ia mengajak Hae-Sung untuk melakukan rontgen dan melakukan tes kesehatan. Usai rontgen, ternyata sudah waktunya bagi Hae-Sung untuk kembali syuting. Ia pun terpaksa kembali ke penthouse dan Joon-Gi berjanji akan segera menghubunginya apabila sudah bertemu dengan So-Hye.

Joon-Gi kembali menemui So-Hye. Melihat So-Hye masih tertidur, ia memeriksa denyut nadinya, untuk memastikan tidak terjadi apa-apa. Untungnya memang tidak. Joon-Gi lantas melihat-lihat berita di tabletnya dan terkejut mendapati berita baru tentang So-Hye, dimana Sang-Hwa mengaku bahwa So-Hye telah menjiplak naskah ‘Hitman’ darinya. Tak lama kemudian So-Hye terbangun. Joon-Gi lalu memintanya untuk mengepalkan tangan agar tidak kaget karena ada sesuatu hal yang terjadi saat ia tidur. Tanpa tahu apa yang akan ia dengar, So-Hye meminta Joon-Gi segera memberitahunya. Ia langsung terdiam dan syok membaca berita yang disodorkan oleh Joon-Gi.

Kembali ke apartemen, So-Hye terus berusaha menghubungi Sang-Hwa namun sia-sia. Ia pun meninggalkan pesan agar Sang-Hwa segera menghubunginya karena ia tidak marah kepadanya. Tiba-tiba terdengar bunyi bel di pintunya. Mengira yang datang Sang-Hwa, So-Hye bergegas membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah Hae-Sung, mengaku diberitahu oleh Joon-Gi untuk datang ke apartemen So-Hye. Hae-Sung lantas menceritakan bahwa kejadian tersebut akibat CEO Choi menawarkan uang kepadanya. Meski kaget, So-Hye masih yakin Sang-Hwa punya alasan untuk melakukannya. Karena telpon dari media mulai masuk, So-Hye meminta Hae-Sung untuk pergi.

adegan_fantastic_6e

Esok harinya, Sang-Hwa diundang untuk datang makan bersama di kediaman keluarga Choi. Selain Jin-Sook, juga ada ibu Choi yang menyambutnya. Ternyata berita yang beredar tersebut adalah ulah CEO Choi dan Sang-Hwa sama sekali tidak tahu menahu tentang hal itu. Sang-Hwa lantas menanyakan apakah benar kontrak yang akan diterimanya adalah untuk 100 episode dengan bayaran 8 juta won per episodenya. CEO Choi membenarkan. Ibu Lee menimpali dengan rasa kagum karena menganggap Sang-Hwa teliti sebelum tanda tangan kontrak. Untuk lebih memenangkan hati Sang-Hwa, CEO Choi kemudian mengeluarkan sebuah tas mahal yang sedari tadi ia simpan di bawah meja dan memberikannya sebagai hadiah pada Sang-Hwa. Setelah sempat terlihat senang menerimanya, Sang-Hwa tiba-tiba berdiri dari kursinya dan meminta maaf pada keduanya. Tanpa menunggu jawaban dari ibu Lee dan Jin-Sook yang bingung, Sang-Hwa menumpakan makanan ke atas tas mahal tersebut lalu mengata-ngatai Jin-Sook sebagai jalang yang menyebalkan. Belum selesai, ia mengeluarkan amplop pemberian Jin-Sook dan melemparkannya ke arah Jin-Sook. Sul yang menguping dari ruang sebelah tertawa senang mendengarnya.

Berusaha tetap tenang, CEO Choi lantas mengancam perbuatan Sang-Hwa barusan. Sang-Hwa, tidak kalah tenangnya, mengeluarkan spy pen (pulpen perekam rahasia) yang ia bawa dan mengatakan bahwa ia sudah merekam segala percakapan mereka. Sang-Hwa mengancam akan menyebarkan rekaman tersebut di internet apabila Jin-Sook tidak menarik berita bohong yang sudah ia sebarkan. CEO Choi sempat berdalih mengatakan bahwa hal tersebut tidak bisa menjadi bukti di pengadilan. Tapi siapa sangka, ternyata sebelum menjadi asisten penulis, Sang-Hwa adalah mahasiswi lulusan hukum dan ia tahu persis hukum yang berlaku untuk rekaman semacam itu. CEO Choi terdiam. Sang-Hwa lalu mengambil tasnya dan buru-buru pergi meninggalkan rumah. Ibu Lee segera menyuruh sekretarisnya untuk mengejar Sang-Hwa. Sul diam-diam menjegal kaki si sekretaris sehingga ia pun terjatuh, bersama dengan Jin-Sook.

Keluar dari rumah, sudah ada mobil Hae-Sung menunggunya. Ternyata ulah Sang-Hwa adalah hasil kerjasamanya dengan Hae-Sung, yang semalam berhasil menemuinya. Hae-Sung meyakinkannya untuk berani melawan CEO Choi karena ia dulu pernah berada dalam kondisi yang sama dan mengambil keputusan salah yang ia sesali hingga sekarang. Ia juga menawarkan kontrak kerjasama dengannya dengan syarat menjadikannya sebagai aktor utama di drama pertama yang ia tulis serta mendukungnya untuk bersama So-Hye. Sang-Hwa menyetujuinya.

Sang-Hwa kembali ke apartemen dan menemui So-Hye. Ia lalu menceritakan semua yang terjadi, termasuk Hae-Sung yang sudah membantunya. Beberapa saat kemudian Joon-Gi juga menghubungi So-Hye dan menceritakan bahwa sudah muncul berita baru yang menyatakan bahwa berita penjiplakan sebelumnya adalah kesalahpahaman semata. Setelah mengirim pesan ucapan terima kasih pada Sul yang sudah membantunya, So-Hye memutuskan untuk menghubungi Hae-Sung. Yang menerima adalah Chang-Suk dan ia mengatakan bahwa Hae-Sung sekarang sedang berada di tempat pemancingan karena ada hal yang sedang ia pikirkan.

So-Hye pun mendatangi tempat pemancingan yang dimaksud. Chang-Suk menyambutnya di pinggir jalan dan mengatakan bahwa ia tidak akan datang ke sana sehingga So-Hye dipersilahkan untuk melakukan apa saja yang ia mau bersama Hae-Sung. Karena malu So-Hye segera mempercepat langkahnya. Begitu So-Hye menghilang, Chang-Suk segera menelpon Hae-Sung untuk mengabarinya bahwa So-Hye akan datang. Ternyata ponsel Hae-Sung saat itu sedang ia bawa. Ia pun mencoba untuk bersiul menirukan suara burung sebagai tanda, namun lagi-lagi gagal karena suaranya tidak keluar 😀 Akhirnya Chang-Suk hanya meneriakkan “kukuk kukuk” saja.

Setibanya di pinggir danau (atau sungai?), So-Hye melihat Hae-Sung sedang duduk termenung sambil menatap ke arah danau (atau sungai?). Khayalannya muncul, membayangkan ia memanggil Hae-Sung dan keduanya berlari kecil ke arah masing-masing (seperti di film india) lantas berciuman dengan mesra. Sambil tersipu malu membayangkan hal tersebut, So-Hye pun berteriak memanggil Hae-Sung. Tapi belum apa-apa khayalannya sudah pupus karena Hae-Sung sama sekali tidak mendengarnya, bahkan setelah beberapa kali So-Hye berteriak. Ternyata ia sedang mendengarkan musik menggunakan earphone 😀 Setelah berbasa-basi ngobrol ngalur ngidul, So-Hye mengatakan bahwa sekarang adalah hari Sabtu.

“Sabtu?” tanya Hae-Sung heran.

“Kau bilang kau akan melakukan itu. Selasa, Kamis, Sabtu, ..” jawab So-Hye.

“Ohhh.. jadi orang kedua?” respon Hae-Sung. “Jadi, maksudmu, kau akan benar-benar melakukannya? Karena hari ini adalah giliranku, apa maksudmu kau ingin berkencan denganku?”

“Lupakan saja. Aku pergi.” ujar So-Hye dengan kesal.

Saat So-Hye melangkah pergi, Hae-Sung baru menyadari bahwa saat itu So-Hye mengenakan hak tinggi dan ia harus bersusah payah untuk bisa berjalan menuju tempat pemancingan itu. Hae-Sung bergegas menyusulnya.

“Jadi… apa kau sungguh datang ke sini untuk pergi kencan denganku?”

“Kubilang, lupakan saja. Aku pergi,” ucap So-Hye, masih kesal.

“Kau mau kemana?” ujar Hae-Sung sembari mencegah So-Hye pergi. “Di sini tempat yang masih untuk berkencan.”

So-Hye terdiam dan menatap wajah Hae-Sung yang tertawa cengegesan. Tanpa berkata apa-apa, ia lantas mencium bibir Hae-Sung. Hae-Sung kaget dan terlihat senang.

“Kau.. apa ada hal yang tak terduga untuk ini?” tanya Hae-Sung. “Kau akan mengatakan hal-hal aneh padaku, kan?”

So-Hye mengangguk dan mengiyakan. Ia lalu berkata sambil tersenyum, “Ayo kita lakukan sekali lagi.”

Dan kali ini keduanya berciuman kembali, dengan mesra.

Preview Episode 7

» Sinopsis Fantastic Episode 7 selengkapnya

Reply