Belajar Bahasa Jepang – Bagian 1

Beberapa tahun lalu saya pernah kursus bahasa Jepang di sebuah lembaga pendidikan di Surabaya. Tujuannya gak jelas, cuma gara-gara sering nonton anime, jadi sok-sokan pengen bisa sedikit-sedikit bahasa Jepang. Karena dari awal tujuannya gak jelas, pada akhirnya setelah usai kursus jadi gak pernah latihan lagi dan sekarang bisa dibilang 95% yang dulu dipelajari sudah hilang dari memori otak, hehehe. Nah, berhubung Februari 2017 mendatang sudah dapet tiket untuk backpacking ke negerinya Doraemon, Gundam, dan kawan-kawannya itu, rasanya sekarang momen yang tepat untuk mulai nyicil belajar bahasa Jepang lagi. Dan karena dengan menulis belajar menjadi jauh lebih efektif, maka sekalian saja saya bikin tulisannya di blog ini. Siapa tahu ada yang minat sama-sama belajar 🙂

Karena untuk tujuan traveling, maka fokus belajar saya lebih pada memperkaya kosa kata bahasa Jepang, terutama yang berkaitan dengan jalan-jalan. Untuk struktur dan cara membacanya / mengucapkannya sendiri akan saya sampaikan sedikit demi sedikit, sesuai dengan kosa kata dan contoh pemakaian dalam kalimat yang ada. Saya rasa ini akan lebih mudah untuk diikuti ketimbang dari awal langsung dijejali dengan aturan-aturan stuktur kalimat yang membingungkan. Setuju, gaes?

Berikut ini daftar kosa kata bahasa Jepang untuk dipelajari di bagian pertama.

Kosa Kata Bahasa Jepang
Bahasa Jepang Bahasa Indonesia
Kore Ini (orang/benda dekat dengan pembicara dan lawan bicara)
Sore Itu (orang/benda dekat dengan lawan bicara)
Are Itu (orang/benda jauh dengan lawan bicara)
Watashi Saya
Anata Kamu
Kare Dia (laki-laki)
Kanojo Dia (perempuan)
Ano hito Orang itu
Anata tachi Kalian
Karera Mereka
Chichi Ayah saya
Haha Ibu saya
Ani Kakak laki-laki saya
Ane Kakak perempuan saya
Imoto Adik perempuan saya
Ototo Adik laki-laki saya
~jin Orang ~
~san Bapak, Ibu, Mbak, Mas
Isha Dokter
Seito Murid
Gakusei Mahasiswa
Sensei Guru
Shain Karyawan
Daigaku Universitas
Hon Buku
Shinbun Koran
Zasshii Majalah
Jisho Kamus
Techo Buku agenda
Hai Ya
Iie Tidak
Mo Juga

Beberapa contoh pemakaian kosa kata di atas dalam bentuk kalimat adalah sebagai berikut:

J: Anata wa Indonesia jin desu ka?
I: Apakah kamu orang Indonesia?

J: Hai, watashi wa Indonesia jin desu
I: Ya, saya adalah orang Indonesia

J: Ano hito wa Iwan san desu ka?
I: Apakah orang itu adalah Pak Iwan?

J: Iie, ano hito wa Iwan san ja arimasen. Budi desu ka.
I: Tidak, orang itu bukan Pak Iwan. (Orang itu) adalah Budi.

J: Budi san wa shain desu. Iwan san mo shain desu ka?
I: Pak Budi adalah karyawan. Apakah Pak Iwan juga karyawan?

J: Iie, Iwan san wa shain ja arimasen. Isha desu.
I: Tidak, Pak Iwan bukan karyawan. (Pak Iwan) adalah dokter.

Sekedar tambahan bagi yang benar-benar awam struktur kalimat bahasa Jepang, ‘desu’ adalah kata bantu yang tidak memiliki arti dan tidak merubah bentuk kata. Beberapa kata bantu lain yang serupa adalah ‘sou’ (katanya) dan ‘rashiiyo’ (kelihatannya).

Contoh pemakaiannya dalam kalimat sebagai berikut:

J: Budi san wa shain sou.
I: Pak Budi katanya (seorang) karyawan.

J: Iwan san wa shain rashiiyo.
I: Pak Iwan kelihatannya (seorang) karyawan.

Terakhir, adalah tata cara membacanya. Secara garis besar, kita bisa membaca tulisan Jepang seperti halnya kita membaca tulisan berbahasa Indonesia. Misalnya saja, untuk ‘anata’ dibaca ‘a-na-ta’ dan ‘imoto’ dibaca ‘i-mo-to’. Untuk kosa kata dan contoh kalimat-kalimat di atas, pengecualian ada pada ‘desu’ yang dibaca ‘des’ (tanpa ‘u’). Satu aturan lagi yang bersifat umum adalah cara membaca huruf ‘n’. Ada tiga aturan yang berlaku.

  • Apabila huruf n bertemu dengan huruf n, s, t, atau d, maka dibaca n seperti biasa. Contoh: ‘sensei’ dibaca ‘sen-sei’.

  • Apabila huruf n bertemu dengan huruf p, b, atau m, maka dibaca m. Contoh: ‘shinbun’ dibaca ‘shim-bun’.

  • Apabila huruf n berada di akhir kata atau bertemu dengan huruf k dan g, maka dibaca ‘ng’. Contoh: ‘hon’ dibaca ‘hong‘.

Sekian dulu untuk bagian pertama ini. Semoga bisa bermanfaat, ya 🙂

Reply