Info soundtrack saat goblin dan penyabut nyawa menyelamatkan eun tak eps 2

Berikut ini adalah daftar informasi yang berkaitan dengan tema soundtrack saat goblin dan penyabut nyawa menyelamatkan eun tak eps 2 yang Anda cari. Klik pada gambar atau judul artikelnya untuk membaca secara lengkap info saat goblin dan penyabut nyawa menyelamatkan eun tak eps 2 soundtrack yang tersedia. Dan jika artikel mengenai goblin dan penyabut nyawa menyelamatkan eun tak eps 2 soundtrack saat yang ada di sini masih belum sesuai dengan yang Anda butuhkan, silahkan hubungi kami melalui form Kontak yang tersedia. Semoga bermanfaat.

…Choi sudah tiba kembali di Korea. Di kantornya, Jin-Sook memarahi Hae-Sung karena tertidur dan SMS-an pada saat acara berlangsung. Hae-Sung berdalih itu karena memang ia tidak bisa berakting. Jin-Sook mengancam akan menyeret So-Hye ke urusan mereka. Hae-Sung lalu meresponnya dengan mengatakan ia tak akan memperpanjang kontraknya dengan Jin-Sook. Jin-Sook tidak terima dan mengingatkan apa yang akan terjadi jika Hae-Sung berani melakukan hal tersebut. Dengan tersenyum Hae-Sung mengatakan bahwa dalam sekejap popularitasnya akan hilang dan Jin-Sook akan melakukan segala cara untuk…

…kepada Hae-Sung yang telah menyelamatkannya. “Aku sangat menyesal. Sangat. Untuk waktu yang lama. Setiap hari.” balas Hae-Sung. Hae-Sung lalu bercerita bahwa ia tidak menyadari keputusannya pada waktu itu bisa membuat keadaan berubah seperti sekarang dan ia berharap bisa memutar balik waktu dan membatalkan keputusan tersebut. Saat sedang saling bertatapan, walkie talkie yang ditinggalkan bapak penjaga kabin berbunyi. Saat Hae-Sung menjawabnya, si bapak penjaga kabin mengabarkan bahwa ada teman penulis Lee yang datang dan mencarinya. Ternyata yang datang adalah Joon-Gi. So-Hye…

…darinya. Tak lama kemudian So-Hye terbangun. Joon-Gi lalu memintanya untuk mengepalkan tangan agar tidak kaget karena ada sesuatu hal yang terjadi saat ia tidur. Tanpa tahu apa yang akan ia dengar, So-Hye meminta Joon-Gi segera memberitahunya. Ia langsung terdiam dan syok membaca berita yang disodorkan oleh Joon-Gi. Kembali ke apartemen, So-Hye terus berusaha menghubungi Sang-Hwa namun sia-sia. Ia pun meninggalkan pesan agar Sang-Hwa segera menghubunginya karena ia tidak marah kepadanya. Tiba-tiba terdengar bunyi bel di pintunya. Mengira yang datang Sang-Hwa,…

…sana. Ia pun membuang anting tersebut ke tempat sampah dengan kesal. Di penthouse, Hae-Sung sedang mengucapkan selamat tinggal pada rokok-rokoknya. Saking galaunya, ia bahkan meminta mereka untuk pergi dari hadapannya. Namun karena mereka tidak kunjung pergi (ya gimana bisa), Hae-Sung memutuskan untuk pergi. Namun tak lama kemudian ia kembali menemui rokok-rokoknya dan hendak menghisapnya. Untung ia masih sadar dan memutuskan untuk berlatih dialog dengan Chang-Suk. Saat latihan, Chang-Suk jadi gemas sendiri melihat Hae-Sung yang terus-terusan makan permen untuk melupakan keinginan…

…itu Hae-Sung sedang ada di depan pintu kamarnya, berniat untuk mendatanginya karena So-Hye berulang kali tidak menjawab telpon darinya. Karena So-Hye tidak juga merespon bel pintu yang ia bunyikan, Hae-Sung kembali menelponnya sambil berusaha menguping dari depan pintu. Namun gara-gara tetangga apartemen So-Hye banyak yang memperhatikannya dengan wajah curiga, Hae-Sung pun memilih untuk pulang. Pada saat itu, di dalam kamar, So-Hye sebenarnya sedang berusaha menggapai telponnya untuk minta pertolongan, namun pada akhirnya ia tidak kuat lagi dan tak sadarkan diri….

…baskom plastik tersebut, sekaligus membuang baju-baju Da Hae ke luar kamar. Karena masih kesal, ia lantas mengambil sapu dan mengejar Da Hae. Gab-Dol yang tertidur menjadi terbangun mendengar keributan tersebut. Saat ia keluar, Da Hae langsung berlari bersembunyi di belakang tubuh Gab-Dol sehingga ayunan sapu Ki Ja justru mengenai badan Gab-Dol. “Pindah sana selagi aku bermurah hati,” bentak Ki Ja. “Aku akan bayar sewanya,” jawab Da Hae. Sementara itu, Gab-Soon mendapat tawaran untuk mengajar selama tiga kali seminggu di sebuah…

…Seorang wanita yang ditawan oleh kelompok penjahat berhasil membebaskan dirinya sendiri dan menghajar mereka. Tak lama muncul karakter lain, seorang pria bermasker muncul dan ikut membantunya mengalahkan kawanan penjahat tersebut. Kawankah? Ternyata bukan. Usai melumpuhkan semua penjahat, keduanya lantas memperebutkan sebuah koper dengan sengitnya. Apalagi kemampuan bela diri mereka setara. Namun saat keduanya saling berpandangan tajam, si pria membuka maskernya, tersenyum, dan mengedipkan matanya pada si wanita, yang langsung terduduk lemas. Adegan pembuka tadi adalah imajinasi dari Lee So-Hye (Kim…

…berlatih bela diri di sebuah taman. Ia melemparkan kotak tersebut dan mengungkapkan semua uneg-unegnya selama ini, termasuk pura-pura suka dengan hadiah ulang tahun berupa bangau kertas yang pernah diberikan Gab-Dol padanya agar ia tidak kecewa. Gab-Soon juga kecewa karena Gab-Dol dengan mudahnya mengembalikan barang-barang kenangan mereka selama 10 tahun berpacaran. “Apakah ada terjadi kepadamu saat kau akan melalui barang-barangmu mencari hadiah dan kemasan mereka? Apakah kau tidak berpikir saat kau berjalan dari tempatmu ke tempatku dengan kotak di tanganmu, brengsek?”…