Info tidak bisa pergi

Berikut ini adalah daftar informasi yang berkaitan dengan tema tidak bisa pergi yang Anda cari. Klik pada gambar atau judul artikelnya untuk membaca secara lengkap info bisa pergi tidak yang tersedia. Dan jika artikel mengenai pergi tidak bisa yang ada di sini masih belum sesuai dengan yang Anda butuhkan, silahkan hubungi kami melalui form Kontak yang tersedia. Semoga bermanfaat.

bisa menerima dijadikan hanya teman oleh So-Hye. “Butuh waktu 12 tahun untuk bisa berdiri tepat di hadapanmu lagi,” ucapnya. “Hanya karena kau menolakku waktu itu. Hanya karena kau bilang padaku untuk pergi, aku berpaling. Aku menyesalinya sampai mati. Aku minta maaf. Tidak peduli seberapa kuat kau mendorongku keluar, aku tidak akan pergi.” Tanpa menunggu jawaban So-Hye, Hae-Sun berpamitan lantas pergi. Hari berganti. So-Hye terbangun karena mendengar suara bel di pintunya. Saat itu sudah jam tiga sore dan yang datang ternyata…

…karena dari awal ia juga tidak ingin pergi dengan mereka. Beberapa saat kemudian Jin-Sook masuk kembali. Ia sedang menelpon pejabat Lee dan meminta mereka untuk mengenakan seragam angkatan laut yang serasi agar terlihat seperti pasangan. Jin-Sook lalu berpesan agar Jin-Tae menjamu pejabat Lee baik-baik nanti malam karena ia sendiri harus pergi ke China dan tidak bisa ikut ke Jeju. Jin-Tae mencoba menenangkan Sul dan mengatakan bahwa tidak akan terjadi apa-apa karena ini hanya perjalanan bisnis. “Lakukan apa yang kau inginkan,…

tebak-tebakan garing. Sul cukup terhibur dengan ulah Sang-Wook. Sang-Wook lalu memberitahu nama aslinya karena merasa sudah tidak adil karena sebelumnya sudah tidak sengaja tahu nama asli Sul. Mendadak Jin-Tae terbangun dan menanyakan kenapa Sul belum tidur, sehingga mau tidak mau Sul berhenti chatting dengan Sang-Wook. Hari berganti. Sang-Wook hendak berangkat ke kantor dan mendapati motor Sul tidak ada di depan tempat tinggalnya. Karena tidak bisa menghubungi nomer Sul, ia pun mengirim pesan teks kepadanya untuk menanyakan apakah Sul mengambil motor…

Gab-Soon dengan penuh emosi. “Aku lebih baik tidak berkencan dengan pecundang seperti kau. Aku tidak tahu apa yang aku lakukan dengan 10 tahun hidupku,” lanjutnya. Ia pun merobek kertas hijau yang diberikan Gab-Dol dan melemparnya ke muka Gab-Dol sebelum akhirnya pergi meninggalkan Gab-Dol yang terdiam. Malam harinya, Gab-Dol menemani kakaknya, Heo Da-Hae (Kim Gyu-Ri), yang sedang minum hingga mabuk. Ia mengomelkan kelakuan ibu mereka yang selalu saja mengusirnya untuk pergi. Sebelum tak sadarkan diri, ia mengatakan hanya Gab-Dol yang bisa…

…mengatakan karena baginya permintaan maaf Hae-Sung tidak ada gunanya. Tanpa menunggu jawaban lagi dari Hae-Sung, So-Hye memintanya segera memesan makanan agar ia bisa segera membayar dan pergi. Hae-Sung menyusulnya dan kembali meminta maaf sembari menyatakan ia tidak punya pilihan lain pada saat itu, tapi So-Hye menolak dan memintanya untuk tidak lagi membahas hal itu karena ia tidak punya waktu untuk membicarakan masalah sepele seperti itu. Dalam perjalanan pulang, adegan flashback muncul. Akar permasalahan ternyata Hae-Sung yang tiba-tiba menandatangani kontrak dengan…

yang terlupa) dan Gab-Soon langsung secara reflek mendorong Gab-Dol hingga terjengkang. Tidak tahu apa yang terjadi, Gab-Dol mengomeli Gab-Soon, namun segera berhenti begitu dipukul dari belakang oleh Ki Ja. Setelah dimarahi karena kelakuannya yang selalu tidak fokus pada ujian, Gab-Dol langsung ngibrit ke kamarnya. Selanjutnya giliran Gab-Soon yang didamprat karena dianggap sebagai wanita yang tidak punya harga diri dan sumber gagal fokus Gab-Dol. “Jika bukan untukmu, ia akan dengan mudah menjadi pejabat publik,” omel Ki Ja. “Tidak ada yang aku…

Ia pun membuang anting tersebut ke tempat sampah dengan kesal. Di penthouse, Hae-Sung sedang mengucapkan selamat tinggal pada rokok-rokoknya. Saking galaunya, ia bahkan meminta mereka untuk pergi dari hadapannya. Namun karena mereka tidak kunjung pergi (ya gimana bisa), Hae-Sung memutuskan untuk pergi. Namun tak lama kemudian ia kembali menemui rokok-rokoknya dan hendak menghisapnya. Untung ia masih sadar dan memutuskan untuk berlatih dialog dengan Chang-Suk. Saat latihan, Chang-Suk jadi gemas sendiri melihat Hae-Sung yang terus-terusan makan permen untuk melupakan keinginan merokoknya….

…hitam. Tanggapan So-Hye ternyata di luar harapannya. Ia justru marah karena menganggap Hae-Sung tidak paham karakternya dan hanya berusaha untuk menutupi akting buruknya dengan wajah dan fashion. “Aku tahu aku buruk, seluruh dunia tahu itu. Tapi seorang aktor masih bisa memberikan pendapat tentang drama,” ujar Hae-Sung. So-Hye kembali berkata dengan nada tinggi bahwa untuk bisa mengatakan hal barusan Hae-Sung harus terlebih dahulu menjadi aktor dan tidak ber’akting impoten’ seperti yang dibicarakan oleh orang lain. Hae-Sung tidak bisa menahan lagi emosinya….